TROL, Madiun – Sebanyak 44 siswa SMP/MTs se-Kabupaten Madiun mengikuti Audisi Festival Da’i Cilik Tingkat SMP/MTs Madiun Raya Tahun 2026 di Pendopo Mudagraha, Kabupaten Madiun, Kamis (8/10).
Audisi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, M.H. Kegiatan keagamaan ini digelar bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madiun dan sejumlah sponsor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Agus Sucipto, S.Pd., M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun H. Irfan Alkhaidari, S.Ag., M.Pd.I., dewan juri, serta guru pendamping peserta.
Purnomo Hadi mengapresiasi keberanian para peserta yang tampil mengikuti audisi. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak semata-mata tentang meraih juara, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk membangun mental dan keberanian berbicara di depan umum.
“Pada prinsipnya, ini bukan sekadar perlombaan yang mencari juara saja. Minimal anak-anak mempunyai mental dan keberanian tampil di depan umum,” kata Purnomo Hadi seusai acara.
Menurutnya, Festival Da’i Cilik juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mempelajari dan menerapkan nilai-nilai Islam. Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya fokus mengasah kemampuan berbicara, tetapi juga membangun kejujuran dan akhlakul karimah.
“Saya dan Bapak Bupati selalu memberikan motivasi kepada adik-adik, tolong kamu berlatih jujur, membangun sebuah akhlakul karimah karena itu menjadi pondasi. Mereka belajar nilai-nilai Islam melalui lomba da’i cilik ini,” tuturnya.
Ia menilai pengalaman yang diperoleh peserta melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan. Nilai-nilai agama dan keberanian yang ditanamkan sejak usia sekolah diharapkan membentuk generasi muda yang memiliki karakter sekaligus kemampuan menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
“Nah, ini sebuah modal yang luar biasa sehingga apa pun yang dilakukan senantiasa mendapatkan ridho dan barokah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” imbuhnya.
Purnomo juga berpesan agar para peserta terus menggali potensi diri. Kemampuan tersebut, kata dia, perlu dikembangkan agar penyampaian ceramah tidak monoton dan mampu menarik perhatian masyarakat.
“Semoga nanti adik-adik ini menjadi da’i-da’i yang kondang, khususnya dari Kabupaten Madiun,” harapnya.
Sementara itu, terkait rencana Kabupaten Madiun menjadi tuan rumah puncak Festival Da’i Cilik, Purnomo menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaannya. Pemkab Madiun akan bersinergi dengan Jawa Pos Radar Madiun dalam menyukseskan agenda tersebut.
Ia berharap keberadaan Festival Da’i Cilik tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi mampu menjadi pemantik bagi semakin banyak pelajar untuk berani tampil dan mendalami kemampuan berdakwah.
“Semoga acara ini nanti menginspirasi dan mampu membangkitkan minat anak-anak untuk lebih banyak lagi ikut audisi da’i cilik,” pungkasnya. (*)
*sumber: prokopimkabmadiun











