TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Tulunaggung menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Sebanyak lima armada tangki dengan total kapasitas 25.000 liter air bersih diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lima kecamatan.
Pelepasan armada bantuan dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (12/10) pagi.
Lima kecamatan yang menjadi sasaran distribusi bantuan tersebut meliputi Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung, Sendang, dan Pagerwojo. Masing-masing tangki mengangkut 5.000 liter air bersih.
Ahmad Baharudin mengatakan, kekeringan di Tulungagung hingga kini masih terkonsentrasi di wilayah-wilayah yang selama ini terdampak. Meski belum meluas, kebutuhan air bersih warga terus berlangsung setiap hari.
“Kekeringannya masih tetap di daerah situ-situ saja, tidak meluas. Setiap hari warga membutuhkan air bersih. Masyarakat ada yang mengambil inisiatif sendiri dan kita juga memberikan bantuan,” kata Baharudin.
Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau panjang. Pemerintah daerah bersama Baznas berupaya hadir di tengah warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sementara itu, Kepala Baznas Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih telah dilakukan ke sejumlah desa terdampak kekeringan.
Hingga saat ini, Baznas telah mendistribusikan sekitar 15 tangki air bersih ke 12 desa. Penyaluran akan terus dilanjutkan dengan target distribusi tiga tangki per hari melalui kolaborasi bersama lembaga amil zakat (LAZ).
Selain mengirimkan air bersih, Baznas juga menyalurkan bantuan tandon untuk mendukung penyimpanan cadangan air di wilayah terdampak. Sebanyak delapan unit tandon telah disalurkan ke Kecamatan Pagerwojo.
Keberadaan tandon tersebut diharapkan membantu warga menampung air sehingga persediaan dapat digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan, tidak langsung habis setelah distribusi dilakukan.
Abdul Wachid menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui surat resmi dari kepala desa setempat. Warga juga dapat menghubungi Baznas Tulungagung secara langsung untuk menyampaikan kebutuhan bantuan.
Kolaborasi antara Pemkab Tulungagung, Baznas dan lembaga amil zakat (LAZ) diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kemarau panjang. (jk)











