Sosialisasi Jogo Tulungagung di Kedungwaru, Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Desa Prioritaskan Infrastruktur dan Pendidikan

TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengajak masyarakat memperkuat kerukunan dan menjaga kondusivitas wilayah melalui gerakan Jogo Tulungagung. Ajakan tersebut disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dalam Forum Silaturahmi Lintas Elemen Masyarakat di destinasi wisata Cemoro Barong, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (25/10).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Tulungagung melalui Kecamatan Kedungwaru dan dihadiri Camat Kedungwaru sekaligus Plt Kepala Bakesbangpol Eko Heri Susanto, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa se-Kecamatan Kedungwaru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perguruan silat, serta perwakilan elemen masyarakat lainnya.

Ahmad Baharudin mengatakan, Jogo Tulungagung merupakan gerakan bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Upaya tersebut menurutnya, perlu dimulai dari kesadaran setiap individu dan lingkungan masing-masing.

“Jogo Tulungagung ini merupakan gerakan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama masyarakat dalam mewujudkan serta menciptakan kondusivitas wilayah,” ucapnya.

Selain memperkuat kerukunan, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai program pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan desa melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ia meminta pemerintah desa mulai mengidentifikasi kebutuhan prioritas masyarakat untuk diusulkan dalam perencanaan anggaran tahun 2027.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan ialah pembangunan infrastruktur, yang berdasarkan survei disebut menjadi kebutuhan paling banyak disuarakan masyarakat Tulungagung.

Pemkab Tulungagung, lanjutnya, memiliki program satu desa satu program yang direncanakan mendapat dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Monggo tahun 2027 kita memprogramkan dalam proses Musrenbang. Program-program, khususnya infrastruktur, dimasukkan dalam Musrenbang nanti agar dapat diakomodasi oleh APBD,” kata Ahmad Baharudin.

Ia menjelaskan, pengusulan program prioritas sejak tahap perencanaan diharapkan dapat mempermudah proses penganggaran sehingga pelaksanaannya bisa direalisasikan pada tahun berikutnya.

Karena itu, ia mendorong para kepala desa agar aktif menghimpun aspirasi warga dan menyusun usulan pembangunan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.

Dalam bidang pendidikan, Ahmad Baharudin meminta seluruh kepala desa melakukan pendataan terhadap anak usia sekolah yang putus sekolah maupun belum mengenyam pendidikan.

Menurutnya, pendataan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan dan menyiapkan solusi sehingga anak-anak tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Ia juga menyinggung rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan.

“Monggo dibantu, karena pendidikan sangat penting dalam meraih cita-cita,” tuturnya.

Ahmad Baharudin menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Ia pun mengajak warga meningkatkan kedisiplinan, menebarkan kebaikan, serta menjaga persatuan agar program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

“Untuk itu, ciptakan Tulungagung yang aman, damai, rukun sehingga Tulungagung sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kedungwaru Eko Heri Susanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menyebut Kecamatan Kedungwaru terdiri atas 19 desa dan telah meraih Juara I Perlindungan Sosial (Perlinsos). Capaian tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pemerintah dan meningkatkan manfaat pelayanan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan forum silaturahmi ini membawa dampak manfaat bagi kita semua, khususnya di Kecamatan Kedungwaru,” tuturnya.

Melalui forum tersebut, pemerintah berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, perguruan silat, serta berbagai elemen lainnya semakin kuat. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *