TROL, Bojonegoro – Kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro memantik kepedulian keluarga besar Dinas Sosial (Dinsos). Para pegawai secara sukarela menggalang donasi untuk membeli dan menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air.
Aksi gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, penggalangan donasi tersebut murni berasal dari inisiatif karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro.
“Kegiatan ini murni dari inisiatif teman-teman karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro. Kami bergotong royong mengumpulkan donasi untuk disalurkan langsung ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih,” kata Agus.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
“Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan air sehari-hari bagi warga yang membutuhkan,” ucapnya.
Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan wilayah yang membutuhkan pasokan air.
Pada Sabtu (26/9), Dinsos menyalurkan dua tangki atau sekitar 10.000 liter air bersih ke Dusun Tegaron, Dukuh Kalitengah, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo.
Sehari berikutnya, Minggu (27/9), bantuan kembali disalurkan ke Desa Sumur Agung untuk wilayah RT 1 dan RT 2 sebanyak dua tangki atau 10.000 liter. Bantuan juga diberikan kepada warga Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, sebanyak satu tangki atau 5.000 liter.
Selanjutnya, pada Selasa (29/9), distribusi direncanakan menyasar empat desa, yakni Desa Balongcabe, Desa Ngrandu, Desa Kendung, dan Desa Kesongo. Masing-masing wilayah mendapat satu tangki dengan kapasitas sekitar 8.000 liter air bersih.
Agus menegaskan, bantuan dari Dinsos tersebut merupakan bentuk gotong royong internal untuk ikut membantu penanganan dampak kekeringan. Bantuan itu sekaligus menambah pasokan air bersih yang selama ini juga didistribusikan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kami berharap apa yang dilakukan teman-teman Dinsos ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga juga menjadi pemantik bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan,” tuturnya.
Ia berharap kepedulian tersebut tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Menurutnya, semangat berbagi dan gotong royong perlu terus ditumbuhkan agar semakin banyak pihak ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dengan aksi sederhana dari lingkungan internal Dinsos, bantuan air bersih diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meringankan beban warga yang menghadapi krisis air selama musim kemarau. (adi)
*sumber: bojonegorokab.go.id











