TROL, Bojonegoro – Proyek pembangunan rumah sakit khusus Onkologi di desa Talok, kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, di Jawa Timur terbengkalai alias belum ada tanda-tanda rampung.
Terbengkalainya ini dipastikan mempengaruhi pengoperasian gedung sebagai layanan masyarakat.
Mengutip laman LPSE kabupaten setempat, pembangunan ini dianggarkan lebih dari
18 miliar dari APBD tahun 2024.
Dari sumber yang sama PT Duta Bhuana Jaya (DBJ) adalah perusahaan konsultan yang memenangkan tender pengawasan proyek pembangunan. Anggaran pengawasan dan konsultan lebih dari 196,5 juta dari pagu awal 249 juta. Dengan bobot penilaian teknis sebesar 80 persen, seharusnya kualitas pengawasan menjadi prioritas utama.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain, bagaimana mungkin sebuah proyek dengan pengawasan yang diklaim berkualitas tinggi dapat berakhir mangkrak.
Apakah pengawasan yang dilakukan hanya formalitas belaka, tanpa mampu mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah yang menyebabkan proyek ini terhenti.
Pihak pemberi kerja perlu memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel terkait mandeknya proyek ini.
Namun, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Satito Hadi pada Maret lalu lebih tak memberi keterangan terkait mandeknya pembangunan tersebut.
Terbengkalainya proyek ini bukan hanya sekadar persoalan infrastruktur, namun juga menyangkut harapan dan kesehatan masyarakat. (adi)











