TROL, Tulungagung- Dua Calon Jamaah Haji (CJH) Tulungagung dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Selasa (7/6) lalu. Hal ini menyebabkan keduanya tertunda berangkat haji karena harus menjalani isolasi mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS melalui Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka, Rabu (8/6) mengatakan calon jamaah haji yang dinyatakan positif covid-19 harus menunda keberangkatannya sampai dinyatakan sembuh. “Kedua calon haji yang positif covid-19 akan diobati hingga lima hari ke depan, lalu dilanjutkan dengan usap PCR,” jelas Didik. “Jika hasilnya positif ya ditunda lagi, jika negatif maka kami serahkan pada Kemenag untuk memberangkatkan,” imbuhnya. Kedua calon jamaah haji tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Boyolangu.
Lebih lanjut Didik menjelaskan selain kedua calon jamaah haji tersebut, terdapat 2 petugas logistik dari Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung yang positif Covid-19. “Setelah melakukan tes PCR, sebanyak 2 dari 17 petugas logistik dari Kemenag dinyatakan positif Covid-19”, papar Didik. “Dengan adanya temuan tersebut, kedua petugas logistik akan diganti oleh petugas lain, nantinya Dinkes akan mengirimkan armada ambulans yang mengikuti bus jamaah haji ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya”, tutupnya.
Sebagai informasi, pada Kamis malam (9/6/) sebanyak 396 calon haji, 4 pendamping dan 42 petugas logistik haji diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Tulungagung. (jk)











