TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Kodim 0807/Tulungagung resmi membuka Kegiatan Karya Bhakti TNI Tahun Anggaran 2026 di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Selasa (14/7). Program yang mengedepankan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pembukaan kegiatan berlangsung di SD Negeri 3 Wonorejo dan ditandai dengan pembacaan sambutan tertulis Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Tulungagung, Tri Hariadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0807/Tulungagung beserta jajaran, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Kodim 0807, Forkopimcam Pagerwojo, kepala desa se-Kecamatan Pagerwojo, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan BAZNAS, serta warga Desa Wonorejo.
Dalam sambutan tertulisnya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Karya Bhakti TNI merupakan implementasi nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pemerataan pembangunan daerah. Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan agenda strategis nasional, khususnya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah perdesaan yang masih menjadi kantong kemiskinan, harus terus diperkuat melalui sinergi dan intervensi yang tepat sasaran secara holistik dan terintegrasi demi mewujudkan zero kemiskinan ekstrem di Tulungagung,” ucap Tri Hariadi membacakan sambutan tertulis Plt Bupati.
Ia memaparkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Tulungagung berhasil turun dari 6,28 persen pada 2024 menjadi 5,96 persen pada 2025. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem yang sempat meningkat dari nol persen pada 2023 menjadi 0,65 persen pada 2024, kembali ditekan hingga mencapai 0,25 persen pada 2025.
Pada Karya Bhakti TNI tahun ini, pembangunan jalan rabat beton di Desa Wonorejo menjadi sasaran utama. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat akses distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
Selain mendukung pembangunan dasar, pemerintah daerah juga memandang program tersebut sebagai langkah strategis membuka akses menuju kawasan wisata potensial di wilayah Pagerwojo. Dengan terbukanya jaringan jalan, destinasi wisata pegunungan maupun kawasan lain diharapkan semakin mudah dijangkau sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Saya berharap melalui Karya Bhakti TNI ini akses menuju kawasan wisata pantai maupun pegunungan dapat terus dibuka sehingga menjadi magnet wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan Karya Bhakti TNI. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Tulungagung yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia.
Karya Bhakti TNI sendiri merupakan program kolaboratif yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan di wilayah pedesaan. (jk)











