TROL, Sumenep – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Wiraraja menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Sumenep Jawa Timur Kamis (23/4), menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kasus tipu gelap dan penyalahgunaan jabatan yang menyeret oknum struktural BRI Cabang Sumenep.
Aksi tersebut dipicu oleh dugaan praktik penyimpangan yang disebut telah memakan banyak korban. Salah satu korban berinisial AH mengaku dirugikan dalam proses peminjaman dengan jaminan SK pensiun. Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memicu keresahan masyarakat.
Dalam orasinya, massa PMII menyoroti laporan polisi bernomor LP/B/176/VIII/RES.1.11/2020/RESKRIM/SPKT/POLRES SUMENEP tertanggal 8 Agustus 2020. Mereka menduga terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh oknum berinisial N yang saat itu menjabat teller BRI Sumenep.
Menurut massa aksi, oknum tersebut diduga membawa dan memproses berkas pinjaman yang seharusnya menjadi kewenangan Account Officer (AO).
Berkas pinjaman disebut telah ditandatangani korban dalam kondisi tidak memahami sepenuhnya isi dokumen, sehingga diduga terdapat unsur tipu muslihat.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menuding adanya pembuatan dokumen serta surat kuasa secara sepihak tanpa sepengetahuan korban.
Korban disebut hanya diminta menandatangani tanpa penjelasan isi dokumen. hal itu dinilai bertentangan dengan aturan perlindungan konsumen jasa keuangan.
PMII juga mempertanyakan langkah penyidik Polres Sumenep yang hingga kini baru menetapkan satu orang tersangka. Massa menilai pihak lain, termasuk oknum Account Officer, patut diperiksa lebih lanjut karena diduga ikut terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Selain itu, massa menyoroti pernyataan pimpinan atau koordinator Briguna yang disebut tidak mengetahui fakta di lapangan.
Sikap tersebut dinilai mencederai prinsip kehati-hatian dalam operasional perbankan.
Dalam aksinya, PMII Universitas Wiraraja menyampaikan dua tuntutan utama:
Polres Sumenep diminta melakukan pengembangan perkara secara menyeluruh.
Polisi didesak segera menetapkan tersangka lain dan melakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Massa menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kepastian hukum yang jelas dan keadilan bagi para korban. (hartono)











