TROL, Tulungagung – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat Kabupaten Tulungagung tahun 2026 resmi dibuka oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Sabtu (4/9) malam di GOR Lembu Peteng. Ajang yang mempertemukan para peserta terbaik di bidang Al-Qur’an tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini berperan dalam pembinaan generasi Qurani, mulai dari orang tua, guru, ustaz dan ustazah, pondok pesantren, hingga lembaga pendidikan Al-Qur’an.
“MTQ tidak hanya menjadi sebuah perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Semoga pelaksanaan MTQ XXXII ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kehidupan Islam dan semangat membangun masyarakat Tulungagung yang religius dan berakhlakul karimah,” kata Ahmad Baharudin.
Menurutnya, prestasi dalam MTQ tidak semestinya hanya diukur berdasarkan perolehan juara. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana para peserta semakin dekat dengan Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang lebih penting adalah bagaimana MTQ ini dapat mendorong kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, memahami dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya.
Ahmad Baharudin menekankan pentingnya pembinaan generasi Qurani secara berkelanjutan. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten diyakini dapat melahirkan lebih banyak qari, qariah, hafiz, hafizah, serta generasi muda yang mampu berprestasi sekaligus membawa nama baik Tulungagung di berbagai tingkatan.
Ia juga meminta seluruh pihak agar tidak menghentikan pembinaan setelah pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten selesai. Menurutnya, pembinaan perlu dipersiapkan secara berkelanjutan untuk menghadapi berbagai agenda MTQ di tingkat yang lebih tinggi.
Terlebih, Kabupaten Tulungagung akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2027. Kondisi tersebut menuntut persiapan yang matang, termasuk peningkatan kualitas kafilah, yang perlu dilakukan sejak jauh hari.
“Pembinaan dan peningkatan kualitas kafilah perlu dilakukan sejak dini. Kita harus mempersiapkan diri dengan baik, karena Tulungagung akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2027,” tegasnya.
Selain aspek prestasi, Ahmad Baharudin berharap MTQ XXXII mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat semakin memperkuat kehidupan beragama, kerukunan, dan persatuan di Kabupaten Tulungagung.
Pembukaan MTQ XXXII turut dihadiri jajaran Forkopimda Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Kapolres Tulungagung atau yang mewakili, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung atau yang mewakili, Ketua Pengadilan Agama Tulungagung, pimpinan lembaga keagamaan, para camat se-Kabupaten Tulungagung, dewan hakim, pembina, serta para peserta.
Rangkaian pembukaan berlangsung semarak dengan penampilan kesenian tradisional, di antaranya reog dan karawitan. Penampilan tersebut turut mendapat apresiasi dari Plt Bupati Tulungagung. (jk)











