TROL, Sumenep – Sejumlah orang lakukan demonstrasi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi ,Kuningan Jakarta Selatan,Kamis (14/10).
Mereka mengatasnamakan Kaukus Muda Sumenep (KMS) minta investigasi dan audit bangunan mewah milik bupati Sumenep Achmad Fauzi yang tidak dilaporkan ke LHKPN.
Mohammad Azizi kordinator dalam orasinya mengaku telah mengakses laporan kekayaan bupati Sumenep Achmad Fauzi dan tidak mencantumkan bangunan rumah di kabupaten Sumenep.
Azizi menyebut ketidakpatuhan Achmad Fauzi dalam melaporkan kekayaannya sebagai pejabat tentu ini menjadi catatan buruk bahkan muncul kecurigaan bahwa sumber kekayaannya didapat dengan cara melawan hukum.
“Pejabat yang tidak melaporkan kekayaannya ini contoh yang buruk dan jelas-jelas tidak patuh pada aturan yang ada bahkan hal itu sebagai indikasi bahwa sumber kekayaannya diperoleh dengan cara korupsi,” terangnya, dikutip dari gagasanindonesia.com
Selain itu, Azizi juga meminta membuka kembali dan mengambil alih kasus korupsi dana Participating Interest (PI) dari hasil eksploitasi migas sebesar 10 persen yang dikelola oleh PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep, dari PSC Santos Blok Madura Offshore yang diduga melibatkan Achmad Fauzi.
“Fauzi sebenarnya punya track record jelek karena diduga terlibat dalam kasus korupsi di PT WUS namun dalam proses hukumnya Kejati Jatim yang mengusut kasus ini tidak pernah memeriksa Achmad Fauzi karena itu KPK harus buka kembali kasus tersebut dan diambil alih agar semua yg terlibat dipenjarakan,” ucapnya.
Kasus PT.WUS
Beberapa pihak menilai kasus PT WUS bupati Sumenep Ach. Fauzi terlibat.
Ditulis media ini edisi 4 April 2022 lalu ,Kurniadi,S.H pembina dan ketua tim advokat Yayasan Lembaga Hukum Madura (YLBH-Madura) kepada wartawan mengatakan bahwa skandal korupsi pada perusahaan plat merah milik Pemkab Sumenep tersebut seharusnya tidak berhenti hanya pada 2 orang yang sebelumnya telah dijatuhi pidana yaitu KH.Sitrul Arsyi selaku Direktur Utama dan Ach. Taufadi selaku Direktur Keuangan pada PT. WUS tersebut
“Kasus tersebut belum menyasar kepada tokoh-tokoh kunci atau dalang yang paling sejati, ya”, kata Kurniadi
Disoal mengenai siapa dalang dibalik skandal korupsi PT. WUS tersebut, Kurniadi dengan spontan menjawab Ach. Fauzi (bupati Sumenep) dan pamannya, yakni MH. Said Abdullah yang merupakan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Dugaan tersebut dinyatakan Kurniadi setelah pihaknya melakukan investigasi dan pendalaman terhadap kasus tersebut dimana PT.Mahesa Madura Investama (PT.MMI) yang membeli saham milik PT.Wus, ternyata merupakan perusahaan yang dibentuk dan didirikan oleh Said Abdullah.
Menurut Kurniadi ada fakta yang bisa menjadi bukti penunjuk karena ada relevansinya dengan fakta lain dimana Said Abdullah telah mengeluarkan sejumlah uang, tidak kurang dari 15 milyar, yang diduga untuk meringankan hukuman pada 2 orang terdakwa dan mengeluarkan Ach. Fauzi (bupati Sumenep) dari kasus tersebut seolah-olah Ach. Fauzi tidak terlibat dalam skandal korupsi PT. WUS (hartono)











