Sosial  

Perceraian Meningkat, Jumlah Janda di Jombang Bertambah

foto : ilustrasi/galeri24

TROL, Jombang – Angka perceraian di kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus meninggi. Persoalan ekonomi mendominasi kasus ini. Selain karena faktor orang ketiga dan KDRT.

Berdasarkan data Panitera, sejak Januari hingga September 2022, jumlah gugatan cerai yang masuk mencapai 2.500 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.200 di antaranya telah mendapat putusan cerai.

Data tersebut berkurang dari tahun sebelumnya,diketahui tahun 2020 hingga 2021, sebanyak 3.046 perkara perceraian masuk di PA Jombang.Dari jumlah ini, rinciannya sebanyak 2.314 perkara cerai gugat, dan 732 perkara cerai talak.

Panitera Pengadilan Agama, Dulloh, menjelaskan penyebab perceraian karena faktor orang ketiga atau perselingkungan, KDRT, dan ada pula yang karena ditinggal kabur oleh suaminya dan tidak dinafkahi.

“Ada pula yang karena masalah ekonomi hingga menyebabkan pertengkaran terus menerus dalam rumah tangga,” katanya, Kamis (27/10), dikutip dari inews.

“Kita sudah coba memediasi antara pihak-pihak yang mengajukan perceraian agar rujuk kembali, namun karena satu dan lain hal perdamaian tak dapat dilakukan hingga berujung pada perceraian,” ujarnya.

Perceraian Masa Pandemi

Angka perceraian selama pandemi Covid-19 tahun lalu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sebab pada tahun 2019, total gugatan cerai yang ditangani PA sebanyak 2.897 perkara.

Meningkatnya angka perceraian didominasi perkara cerai gugat atau gugatan yang dilayangkan oleh pihak istri. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi yang mengalami kemunduran akibat pandemi Covid-19.

“Ada sedikit peningkatan jumlah perkara perceraian di Pengadilan Agama Jombang, namun saya tegaskan bahwa komitmen PA Jombang untuk menurunkan angka perceraian juga kuat.” tutur Siti Fadilah, Ketua PA (saat itu -red) Kamis 7 Oktober 2021,dikutip dari celah.id

Masih menurut Siti, setiap hari, perkara yang masuk antara 20 hingga 30 perkara. Sedangkan yang masuk dipersidangan mencapai 40 sampai 70 perkara.(narsih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *