Pemkab Gelontor 18 Miliar,Jambanisasi Mojokerto

foto : Bupati Ikfina Fahmawati monitoring bantuan pembangunan jamban sehat di desa Kepuhanyar, kecamatan Mojoanyar, Jumat (18/11/2022).

TROL, Mojokerto – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) kabupaten Mojokerto terus mengawal program jamban sehat. Progres pembangunan jamban sehat yang sudah berjalan sekitar 200 unit.

Pemkab anggarkan 1,8 milyar pada P-APBD Tahun 2022 demi pembangunan jamban sehat untuk masyarakat.

Jambanisasi akan menyasar 5.598 rumah tangga yang tidak memiliki jamban layak.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memaparkan, bantuan pembangunan jamban sehat ini merupakan upaya mewujudkan Kabupaten Mojokerto bebas Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

“Pemerintah Daerah mengupayakan dengan memberikan bantuan pembangunan jamban sehat yang layak, sehingga masyarakat tidak lagi buang air besar di tempat yang terbuka,” beber Ikfina,Sabtu (19/11) lalu.

“Dari data-data yang masuk, jadi kami anggarkan sekitar 18 miliar dan pembangunan jamban sehat per satuan yaitu 3,1 juta. Dengan rincian 1 juta biaya tukang, kemudian 2,1 juta biaya bahan bakunya,” jelas bupati.

Dari informasi yang dihimpun sekitar 300 data batal karena ada calon penerima bantuan meninggal dunia dan pindah domisili.

“Sudah benar-benar diverifikasi yang bisa untuk pembangunan (Jamban sehat) yakni sebanyak 5.598,” ungkapnya.

Kemudian, proses persiapan bahan bangunan dalam pengiriman sekitar 50 persen. Distribusi bantuan pembangunan jamban ini ditargetkan selesai pada akhir tahun.

“Jadi harus selesai sebelum akhir Desember,” tegasnya.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan pembangunan Jamban Sehat Tahun 2022.

Agar tepat sasaran, penyaluran bantuan pembangunan jamban sehat untuk 5.598 penerima dari anggaran P-APBD sekitar 18 miliar tersebut melalui rekening toko bangunan selaku penyedia bahan.

Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menjelaskan, tahapan penyaluran bantuan pembangunan jamban sehat ini melalui mekanisme bantuan sosial.

“Jadi ini bansos berupa uang yang dibelanjakan bahan material dan jasa tukang untuk membangun jamban sehat,” ungkapnya, Sabtu (19/11).

Penunjukan toko materi termasuk tukang bangunan, sesuai hasil kesepakatan kelompok penerima bantuan yang didampingi tenaga fasilitator lapangan (TFL) dari DPRKPP Kabupaten Mojokerto.

Menurut Rachmat, pihaknya bersama Pemdes memberikan pendampingan terhadap penerima bantuan dari tahapan penyaluran hingga pembangunan jamban sehat tersebut.

“Jadi lebih tepat sasaran, bansos senilai masing-masing Rp.3,1 juta itu ditujukan langsung melalui virtual account kepada penerima,” ucap Rachmat.

Seluruh tahapan penyaluran bantuan ini, dilengkapi dokumentasi terlampir struk pembelanjaan bahan bangunan yang dibutuhkan untuk pembangunan jamban sehat.

“Semuanya dilengkapi dengan bukti seperti berita acara dan dokumentasi pendukung dalam penyalurannya, kami memberikan pendampingan dan arahan,” pungkasnya. (s supriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *