TROL, Sumenep – Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) gelar Aksi serentak Senin (11/4) di kabupaten Sumenep, Jawa Timur, aksi tersebut mengepung kantor DPRD Sumenep
Dalam orasinya massa menuntut DPRD Kabupaten Sumenep dalam wacana penundaan pemilu 2024 dan perubahan masa jabatan presiden 3 periode.
“hal itu disebut tidak memihak pada rakyat, bahkan mencekik rakyat, khususnya rakyat kecil,” orasinya
Penolakan wacana penundaan pemilu, mahasiswa menyebut hal tersebut sudah diatur dalam amandemen Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 7 yang isinya menyebutkan masa jabatan seorang presiden adalah 5 tahun dan dipilih lagi setelahnya dengan jabatan yang sama.
Selain itu Mahasiswa memprotes kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang sebelumnya dengan harga 9 ribu menjadi 12.500 per liter
Selama satu jam berorasi, tidak ada satupun anggota DPRD yang datang menemui massa. Sehingga Mahasiswa pun kecewa menjebol pintu pagar besi DPRD Sumenep untuk memastikan apakah didalam kantor dewan benar-benar tidak ada orangnya atau memang sengaja tidak ngantor, namun dalam hal itu massa berhasil diredam dan duduk tenang di halaman kantor DPRD Sumenep
Hingga menjelang buka puasa perwakilan aliansi mahasiswa Sumenep menegaskan, jika pukul 18.00 atau jam 6 sesudah berbuka puasa nanti anggota DPRD Sumenep yang jumlahnya 50 orang itu tidak menemui kami, maka kami mahasiswa akan melakukan sweeping ke dalam gedung DPRD.
“Nanti setelah kami buka puasa anggota DPRD Sumenep ini tidak juga menemui kami, atau setidaknya ketua-ketua fraksi dan ketua DPRD Sumenep ini tidak menemui kami pada pukul 18.00. Maka, kami akan sweeping ke dalam gedung DPRD,” ucapnya
(hartono)











