TROL,Sumenep – Sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi, karena akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir Bupati Sumenep memberikan kebijakan kelonggaran aktivitas masyarakat selama bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriah tahun 2022, salah satunya adalah Bazar Ramadhan di berbagai tempat termasuk penampilan musik tong-tong menjelang sahur.
Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi, SH, MH, mengatakan, selama bulan Ramadhan, pihaknya memang memberikan kebijakan untuk melonggarkan kegiatan masyarakat, seperti Bazar Ramadhan baik di kecamatan hingga desa, mengingat penyebaran Covid-19 mulai terkendali dan kasusnya mulai melandai di Kabupaten Sumenep.
“Kami sudah sampaikan kepada elemen masyarakat untuk mengeluarkan kebijakan melonggarkan kegiatan pada Ramadhan tahun ini, karena selama 2 tahun, di Kabupaten Sumenep berbagai kegiatan dibatasi akibat penularan Covid-19,” terang Bupati Sumenep kepada Awak media, Senin (11/4).
Meskipun Pemerintah Kabupaten Sumenep melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada Ramadhan tahun ini, hendaknya masyarakat meningkatkan kedisiplinan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) saat melaksanakan aktivitas sehari-hari.
“Masyarakat semestinya sudah paham kalau Covid-19 belum berakhir, sehingga saat beraktivitas semisal ke Bazar Ramadhan maupun menonton musik tong-tong sahur, tolong jangan sampai lalai Prokes, demi menjaga Kabupaten Sumenep tetap aman dan sehat,” tuturnya.
Bupati mengatakan, hasil pemantauan di berbagai tempat kegiatan Bazar Ramadhan memang masyarakat mulai mengabaikan dalam pencegahan penyebaran Covid-19, sehingga perlu dilakukan imbauan kembali untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta kepala desa untuk menyosialisasikan pentingnya Prokes kepada seluruh masyarakat, agar saat beraktivitas sehari-hari baik ke Bazar Ramadhan maupun menonton musik tong-tong sahur,” pungkasnya
“Kebijakan kelonggaran kegiatan masyarakat selama Ramadhan tahun ini demi meningkatkan akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat akibat terdampak Covid-19, jadi pemerintah daerah mendorong siapapun yang ingin membuka Bazar Ramadan dalam rangka memulihkan ekonomi,” tutupnya
(hartono)











