TROL, Sumenep – Kedatangan presiden Joko Widodo dalam rangka peresmian bandara Trunojoyo Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/4) ditolak sebagian yang dimotori Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumenep (GAMS).
Adian korlap aksi kepada wartawan katakan bahwa,”kunjungan presiden tidak diharapkan oleh masyarakat dan mahasiswa Sumenep karena selama ini kebutuhan kami belum terpenuhi kami minta turunkan harga bahan pokok, ppn dan BBM”,terang Adian
Hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan presiden Joko Widodo, GAMS melakukan aksi bisu di depan presiden Jokowi disejumlah tempat , diantaranya jalan utama presiden (pasar Kaju), pasar Anom dan pasar Bangkal.
Dalam aksinya Adian mengaku sempat dilakukan pencegatan oleh petugas saat melakukan aksi di pasar Kaju sekira pukul 8 pagi tadi.
Setelah dicegat, Adian dipaksa menyerahkan alat komunikasi, dan alat peraga aksi oleh aparat.Pihaknya kemudian sempat dipaksa masuk ke sebuah rumah kosong di daerah Marengan dengan alasan yang tidak jelas.
“Tadi kami sempat di cegat oleh petugas. Padahal kami sudah bilang hanya ingin aksi bisu saja,” ungkapnya kepada wartawan
Presiden sekaligus menyerahkan bantuan minyak goreng di pasar Anom dan pasar Bangkal
Menurut Adian minyak goreng di Sumenep tidak lagi langka, akan tetapi harganya sangat meroket. Harga minyak goreng yang dinilai sangat mahal itu tentu membuat masyarakat mengeluh.
Adian minta kepada presiden yang pertama,”tolak kenaikan BBM, tolak kenaikan harga bahan pokok, dan tolak kenaikan PPN karena sangat memberatkan pada ekonomi rakyat”, ucapnya
Yang kedua Adian meminta tolak kerusakan alam dan pencemaran lingkungan yang selama ini marak di kabupaten Sumenep dan dianggap telah melanggar undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Dari hal itu Adian meminta Agar Jokowi mendesak pemerintah, baik aparat penegak hukum, satpol PP agar meninjau lahan galian C yang tak berizin. Sebab menurut Adian masih banyak galian C di Sumenep yang tidak mengantongi izin akan tetapi sampai saat ini masih tetap beraktifitas dan tidak ada tindakan tegas dari pemerintah kabupaten Sumenep.
“Maka dari ini, kami meminta Jokowi mendesak pemerintah kabupaten Sumenep untuk menutup pembangunan hotel Myzy di sebelah barat terminal yang dibangun di atas tanah serapan air yang melanggar RTRW kabupaten Sumenep sehingga menyebabkan banjir,” ujarnya.
Adian berharap kedatangan presiden RI tidak hanya datang menyerahkan minyak goreng, Tetapi ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap kerusakan alam di Sumenep.
(hartono)











