Petani Sampaikan 3 Keluhan ke Bupati Sragen

TROL, Sragen – Tiga keluhan mendesak disampaikan puluhan petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen kepada bupati Sragen dan perwakilan PT Pupuk Petrokimia Gresik dalam acara ‘Rembug Nyang Galengan’ di pematang sawah desa Ngarum, Ngrampal, Sragen, Kamis (16/10).

Selain isu pembatasan pupuk dan permintaan kenaikan harga gabah, petani juga menyoroti perlunya kolaborasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar manfaat program nasional tersebut dapat dirasakan langsung oleh petani lokal.

Ketua KTNA Sragen, Suratno mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pertanian No. 15 Tahun 2025 pupuk subsidi ZA dan SP 36 hanya diperuntukkan untuk tanaman tebu dan perikanan. Di sisi lain, kedua jenis pupuk tersebut juga dibutuhkan untuk tanaman padi dan holtikultura.

“Untuk di Sragen SP 36 baru untuk perikanan, ZA nya untuk perkebunan tebu. Padahal untuk ZA dan SP 36 kami juga butuh untuk tanaman padi dan holtikultura. Kami berharap permintaan kami bisa direkomendasikan ke atas,” jelas dia.

Selain itu Ratno juga minta agar pemerintah menaikkan harga minimal pembelian gabah kering dari 6.500 menjadi 7 ribu. Hal tersebut mengacu pada hasil hitung rendemen padi wilayah Sragen yang menunjukkan anggaran sekitar 50 persen-52 persen. “Rendemen hasil itu sekitar 50-52. Kami ngambil 52. Kalau hasil itu dikatakan harga beras 14.900. Artinya gabahnya jualnya bisa 7.700. Makanya kami minta Harga Pokok Penjualan (HPP) dinaikkan 7 ribu,” jelas dia.

Kolaborasi Petani dalam MBG dan KDMP

Ratno juga minta agar para petani program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa berkolaborasi dengan petani.

“Itu memang harus dikolaborasikan, agar kami petani betul merasakan kemanfaatnya. Tidak hanya di anak-anak sekolah. Tetapi kami juga bisa berdaya,” kata dia.

Tanggapan Kepala Dinas KPPP

Menanggapi kebutuhan pupuk, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengatakan, keluhan tersebut akan disampaikan ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi. “Hasil rembuk Tani tadi disampaikan butuh pupuk di luar subsidi. Ini masukan bagi Pemerintah insyaallah kami juga akan menyampaikan,” katanya.

Eka menambahkan, sejauh ini penyediaan pupuk subsidi di Sragen hampir menyentuh angka 100 persen. “Untuk UERA sudah 100 persen terpenuhi. Untuk NPK sudah 80-85 persen,” tutup dia.(*)

*kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *