foto: ist/bojonegorokab.go.id
TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperluas layanan air bersih sebagai upaya mengurangi wilayah rawan kekeringan, terutama di kawasan selatan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui sosialisasi suplai air baku oleh PDAM Tirta Buana Bojonegoro bersama HIPPAM dan warga Desa Mojosari, Kecamatan Kepohbaru, Jumat (12/12).
Sosialisasi tersebut membahas rencana penyediaan air bersih melalui jaringan pipa PDAM yang ditujukan untuk memenuhi standar kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan layanan. Program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat desa yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Direktur PDAM Tirta Buana Bojonegoro, M. Khairul Anwar, mengatakan bahwa beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Wedoro membuka peluang perluasan layanan ke desa-desa yang membutuhkan pasokan air baku.
“Desa yang belum memiliki jaringan pipa PDAM, tetapi telah memiliki HIPPAM dan mengalami kesulitan air baku, dapat bekerja sama dengan PDAM melalui sistem master meter,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan IPA Wedoro diproyeksikan mampu memperkuat suplai air bersih di tiga kecamatan, yakni Sugihwaras, Kedungadem, dan Kepohbaru. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan pelayanan publik di sektor air bersih.
Sementara itu, Camat Kepohbaru Triguno S. Prio menyambut baik sinergi antara PDAM dan HIPPAM. Ia berharap layanan air bersih tersebut dapat segera beroperasi penuh sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan air bersih secara lebih mudah dan berkelanjutan. (adi)
#bojonegorokab.go.id











