SDN 1 Bendilwungu Tulungagung 3 Tahun Berturut-Turut Tak Dapat Siswa Baru, Terancam Tinggal Nama

foto: radattulungagung/ist

TROL, Tulungagung – Selama tiga tahun berturut-turut SD Negeri 1 Bendilwungu, kecamatan Sumbergempol, Tulungagung tidak mendapatkan siswa baru. Padahal lokasi sekolah berada di pusat keramaian.

Plt Kepala SDN 1 Bendilwungu, Suyatno, mengatakan saat ini jumlah siswa di sekolahnya hanya tinggal 11 anak yang seluruhnya kelas enam. Sedangkan kelas satu hingga kelas lima tidak ada muridnya sama sekali.

“Awal saya masuk ke sini ini itu muridnya masih 18 anak, rinciannya kelas satu dan dua kosong, kelas tiga satu anak, kelas empat ada dua anak, kelas lima ada 11 anak dan kelas enam ada 4 anak,” kata Suyatno, Jumat (22/7)dikutip dari detik.com

Jumlah siswa tersebut tidak bertahan lama, karena enam bulan lalu seluruh orang tua siswa kelas tiga dan empat memindahkan anaknya ke sekolah lain. Sehingga pada tahun ajaran baru ini jumlah siswa di SDN 1 Bendilwungu hanya tersisa 11 anak.

“11 anak ini satu kelas, yang sebelumnya kelas lima dan sekarang naik ke kelas enam,” ujarnya.

Terkait kondisi itu, pihak sekolah mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan siswa baru. Bahkan kepala sekolah dan guru terjun langsung ke masyarakat agar anaknya di sekolahkan ke SDN 1 Bendilwungu.

“Kami door to door, termasuk ke kegiatan purnawiyata TK, saya minta, anaknya di sekolahkan ke SDN 1. Namun respons orang tua tetap tidak mau menyekolahkan ke sini,” imbuhnya.

Dari hasil analisa yang dilakukan, warga sekitar enggan menyekolahkan anaknya ke SD tersebut karena sejumlah faktor, di antaranya lokasi yang berada pinggir jalan raya, lalu lintas ramai dan dekat dengan pasar tradisional.

“Saat saya tawari agar anaknya sekolah ke sini tidak mau, alasannya tidak tega, karena lalu lintas cukup ramai, belum lagi kalau saat pasaran di pasar,” ujar Suyatno.

Akibat krisis pendaftar tersebut, jumlah guru di sekolahnya juga berkurang, jika awalnya ada lima tenaga pendidik saat ini hanga tersisa tiga orang. “Mulai awal ajaran baru ini ada tiga guru, PNS satu, GTT satu dan guru agama satu orang,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi di SD 1 Wates Kecamatan Campurdarat siswa kelas 1 yang baru masuk hanya 12 anak saja. Menurut Kepala Sekolah Murtini bila mayoritas calon siswa memilihi ke Madrasah Ibtidaiyah (MI). Selain itu, tingkat jumlah siswa menunjukkan tren baik karena empat tahun yang lalu hanya ada 10 siswa baru.

Jumlah itu bertahan selama dua tahun, hingga pada tahun 2021 SD 1 Wates menerima 15 siswa, tahun ini menurun menjadi 12 siswa. Tahun ini sebenarnya dari jenjang TK ada calon siswa yang belum cukup umur masuk SD dan ada yang mengundurkan diri hingga pindah ke MI.

“ Faktor kurangnya rombongan belajar (rombel) itu karena jauh dari kepadatan rumah penduduk. Selain itu, jarak dengan sekolah lain juga tidak terlalu jauh. Sedangkan jumlah total siswa ada 78 anak yang rata-rata tiap kelas berisi belasan siswa,” jelas Murtini.(kukuh-dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *