TROL, Trenggalek – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanegara, membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 di Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Lembah Kepuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4).
Dalam sambutannya, Mas Syah menyampaikan apresiasi kepada TNI atas pelaksanaan program TMMD yang dinilai konsisten membantu percepatan pembangunan di daerah.
“Alhamdulillah hari ini pembukaan TMMD di Kabupaten Trenggalek. Kami berterima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia yang telah menjadikan kegiatan ini rutin di Trenggalek,” ujarnya.
Ia menilai, TMMD berperan penting dalam membuka akses infrastruktur, khususnya di wilayah terisolir. Selain itu, kolaborasi antara TNI dan masyarakat dinilai mampu menekan biaya pembangunan dengan hasil yang optimal.
Mas Syah juga menyinggung pelaksanaan TMMD sebelumnya di Kecamatan Pule yang dinilai memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur baru. Beban anggaran menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih maksimal,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, lanjut dia, berharap program TMMD dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, berdasarkan usulan dari desa-desa yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan untuk membuka akses wilayah terisolir dan mendorong konektivitas yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Isnanto Roy Saputro, menjelaskan bahwa TMMD ke-108 difokuskan pada pembangunan fisik dan nonfisik.
Untuk sasaran fisik, di antaranya pembangunan jalan desa, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, serta penyediaan air bersih.
“TMMD merupakan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di desa,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan akses transportasi dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, TMMD juga menjadi bagian dari penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kegiatan ini merupakan wujud gotong royong sekaligus memperkuat sistem pertahanan rakyat semesta,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, termasuk Kodim, Batalyon, dan Lanal, dengan total kekuatan lebih dari satu SSK.
“Program ini diusulkan oleh pemerintah daerah dan umumnya dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Kami berharap TMMD dapat terus membantu pembangunan di daerah terisolir dengan biaya yang lebih efisien,” pungkasnya. (*)
#prokopimtrenggalek











