Drama Adu Penalti, Mesir Tumbangkan Australia dan Lolos ke Babak 16 Besar

TROL,– Timnas Mesir mencatat sejarah baru di putaran final Piala Dunia setelah memastikan kemenangan perdana mereka di fase gugur. The Pharaohs menyingkirkan Australia dengan skor 4-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu di Stadion Dallas, AS, Sabtu (4/7) dini hari WIB.

Kemenangan bersejarah tersebut mengantarkan Mesir ke Babak 16 Besar. Tim asuhan Hossam Hassan selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Tanjung Verde yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta pada 7 Juli.

Ini menjadi kemenangan kedua Mesir di Piala Dunia atas wakil kawasan Antipodea. Sebelumnya, mereka lebih dulu menundukkan Selandia Baru untuk mencatat kemenangan perdana di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Mesir tampil agresif sejak awal laga dan membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui Emam Ashour. Berawal dari situasi bola mati, tembakan pertama sang gelandang sempat diblok. Namun Karim Hafez berhasil mengirim bola kembali ke kotak penalti dan Ashour menyambarnya dengan sundulan yang tak mampu dihalau kiper Australia.

Gol itu sekaligus menjadi koleksi kedua Ashour di turnamen ini. Menariknya, pemain berusia 28 tahun tersebut belum pernah mencetak gol untuk tim nasional sebelum tampil di Piala Dunia di Amerika Utara.

Australia sejatinya nyaris unggul lebih dahulu ketika tendangan jarak jauh Cristian Volpato membentur mistar gawang pada menit-menit awal. Meski mendominasi sejumlah fase permainan, Socceroos kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama.

Situasi semakin menyulitkan tim asuhan Tony Popovic setelah bek sayap Jordan Bos mengalami cedera lutut dan harus digantikan Kai Trewin saat jeda pertandingan.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat membuang peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Omar Marmoush yang lolos dari kawalan gagal memaksimalkan peluang setelah tembakannya melebar dari sasaran.

Kegagalan itu langsung dibayar mahal. Australia menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati pada menit ke-… ketika tendangan bebas Aiden O’Neill dari sisi kiri justru disundul masuk ke gawang sendiri oleh Mohamed Hany. Gol bunuh diri tersebut menjadi yang kedua dicatatkan Hany sepanjang turnamen.

Mesir kemudian meningkatkan intensitas serangan demi menghindari adu penalti. Patrick Beach tampil sebagai penyelamat Australia setelah melakukan penyelamatan gemilang dengan satu tangan untuk menggagalkan sundulan keras Rami Rabia yang memanfaatkan umpan Mohamed Salah.

Tak lama berselang, Salah kembali menciptakan peluang matang melalui umpan kepada Haissem Hassan. Namun, Harry Souttar melakukan blok krusial yang menjaga skor tetap imbang hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir.

Menjelang adu penalti, Australia membuat keputusan mengejutkan dengan memasukkan kiper senior Mat Ryan menggantikan Patrick Beach. Pergantian tersebut gagal memberikan dampak positif.

Seluruh algojo Mesir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Mohamed Salah bahkan mencetak gol lewat eksekusi bergaya Panenka yang mengecoh Mat Ryan. Sebaliknya, dua penendang Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal menaklukkan kiper Mesir.

Hossam Abdelmaguid akhirnya menjadi penentu kemenangan setelah mengeksekusi penalti terakhir dengan sempurna untuk memastikan Mesir menang 4-2 dan mengukir sejarah dengan lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia untuk pertama kalinya melalui kemenangan di fase gugur.

Susunan Pemain

Australia (3-4-2-1): Patrick Beach; Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington; Jordan Bos, Jackson Irvine, Aiden O’Neill, Aziz Behich; Cristian Volpato, Conor Metcalfe; Nestory Irankunda.

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Hamdi Fathy, Marwan Attia; Mostafa Zico, Mohamed Salah, Emam Ashour; Omar Marmoush.

Gol Australia: gol bunuh diri Hany (55′)
Gol Mesir: Ashour (13′). (jk)

Sumber: fifa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *