STIT Muhammadiyah Bojonegoro Yudisium 98 Mahasiswa, Lulusan Didorong Berkontribusi di Masyarakat

TROL, Bojonegoro – Sebanyak 98 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro mengikuti yudisium setelah menyelesaikan pendidikan akademiknya. Kegiatan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (15/8).

Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Yudisium menjadi salah satu tahapan penting sebelum para mahasiswa menyandang gelar akademik sekaligus memasuki fase baru di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah melalui pengabdian.

Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro, Muh. Khuzaini, dalam sambutannya mengingatkan para lulusan agar menjadikan capaian akademik tersebut sebagai awal perjalanan pengabdian.

“Semoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat. Ini adalah awal untuk pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Khuzaini juga berpesan agar para lulusan mengedepankan keikhlasan ketika mengabdikan diri. Menurutnya, ilmu yang dibagikan kepada orang lain dengan niat baik dapat menjadi amal jariyah.

“Harus senantiasa ikhlas dalam mengabdi. Ilmu yang kita berikan bisa menjadi jariyah,” ucapnya.

Ia berharap lulusan STIT Muhammadiyah Bojonegoro mampu menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mempunyai kepedulian sosial dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Arif Susanto, menegaskan bahwa gelar akademik yang diperoleh lulusan bukan sekadar tanda telah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, gelar tersebut juga melekat dengan tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

“Gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ada tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan berkontribusi di masyarakat,” kata Arif.

Dari kalangan mahasiswa, Novi Nur Laili Muhibah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi proses pendidikan mereka.

Ia menilai STIT Muhammadiyah Bojonegoro tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri.

“Saya tidak hanya sekadar menuntut ilmu, tetapi di STIT menjadi tempat kami untuk bertumbuh,” ungkap Novi.

Yudisium tersebut menandai berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus membuka babak baru bagi mereka untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai pendidikan dan pengabdian dari kampus ke tengah masyarakat. (adi)

 

*sumber: bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *