TROL, Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek akan memperingati Hari Jadi ke-832 Trenggalek pada 31 Agustus mendatang. Peringatan tahun ini mengusung tema “Hambeging Bumi”, yang sarat makna tentang pengabdian, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga harmoni dengan alam.
Penetapan 31 Agustus sebagai Hari Jadi Trenggalek mengacu pada Prasasti Kamulan yang menjadi salah satu pijakan sejarah berdirinya Kabupaten Trenggalek.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, tema “Hambeging Bumi” memiliki dua makna utama. Pertama, menjadi refleksi bagi aparatur pemerintah untuk meneladani sifat bumi yang tetap memberikan kehidupan dan menumbuhkan sesuatu meski terus dipijak.
“Hari Jadi tema kita hari ini Hambeging Bumi. Jadi itu bermakna dua hal. Yang pertama dari sisi kita harus berlaku selayaknya bumi. Bumi itu kan diinjak, tapi itu kan menumbuhkan. Bagi aparatur itu sebenarnya itu ciri bagaimana kita ikhlas bekerja. Apapun kondisinya kita tetap bisa menumbuhkan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat,” kata Arifin usai upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, filosofi tersebut menjadi pengingat bagi aparatur agar tetap bekerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat dalam kondisi apapun.
Selain menyangkut pengabdian aparatur, “Hambeging Bumi” juga membawa pesan ekologis. Pemkab Trenggalek ingin momentum Hari Jadi menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan dengan alam.
“Tetapi di satu sisi lain kita tetap mengupayakan memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait pentingnya kita harmoni dengan alam. Jadi tema kita masih di seputaran itu, apalagi juga bagi kaum muslim ini bertepatan juga dengan bulan Maulid,” imbuhnya.
Momentum Hari Jadi ke-832 Trenggalek juga akan dikaitkan dengan nilai-nilai kebaikan yang identik dengan bulan Maulid. Salah satunya melalui kegiatan bersedekah dan sedekah bumi.
“Jadi beberapa hal yang disunahkan di bulan Maulid juga akan dilaksanakan di Hari Jadi ini. Seperti bersedekah dan kita nanti akan bersedekah bumi, kemudian sedekah kepada masyarakat,” ucap Arifin.
Nuansa religius juga akan hadir dalam rangkaian kegiatan melalui selawat dan tembang mocopatan. Arifin meminta agar dalam tembang mocopatan turut disisipkan kalimat-kalimat tayibah.
Tak hanya itu, rangkaian Hari Jadi Trenggalek juga akan dimeriahkan dengan konser amal yang menghadirkan penyanyi religi Opick.
Arifin pun menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) yang turut mendukung pelaksanaan konser amal tersebut.
“Untuk berselawat kepada Nabi, pada saat tembang mocopatan saya minta disisipkan kalimat-kalimat tayibah. Kemudian juga ada konser amal dari Opick. Terima kasih kepada LMI,” tandasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek dengan tema “Hambeging Bumi” diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bersama untuk terus menumbuhkan kemanfaatan bagi masyarakat sekaligus menjaga hubungan yang selaras dengan alam. (*)
*sumber: prokopimtrenggalek











