Bupati Madiun Hadiri IIGCE ke-12, Pemerintah Dorong Pengembangan Energi Geothermal

TROL, Madiun – Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Konvensi dan Pameran Panas Bumi Internasional Indonesia (IIGCE) ke-12 Tahun 2026 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (19/8).

Konvensi yang berlangsung hingga Kamis (20/8) tersebut dibuka Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia. Pembukaan turut disaksikan Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman serta sejumlah tamu undangan dan pemangku kepentingan sektor energi.

IIGCE ke-12 menjadi salah satu forum strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Sejumlah agenda penting mewarnai kegiatan tersebut. Di antaranya penandatanganan investasi dan kontrak kerja sama pengolahan serta pengembangan panas bumi antara pemerintah dan sejumlah perusahaan terkemuka.

Selain itu, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Panas Bumi (IPB) kepada PT PLN (Persero) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran dan PT Telaga Rano Geothermal untuk WKP Telaga Ranu.

Pemerintah juga menawarkan tiga WKP dan dua Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSE). Dalam kesempatan yang sama turut dilakukan penyerahan buku “100 Tahun Geothermal Indonesia”.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya percepatan pengembangan energi terbarukan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menurut Bahlil, situasi geopolitik internasional yang dinamis harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan terobosan dalam pengembangan sumber energi baru dan terbarukan. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong pengembangan energi surya, salah satunya melalui target pembangunan PLTS hingga 100 GW pada tahun-tahun mendatang.

Bahlil juga menyoroti besarnya potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai negara dengan potensi sekaligus posisi penting dalam penyediaan energi geothermal dunia.

“Indonesia nomor satu di dunia penyedia geothermal, sehingga perlu kolaborasi pengusaha dengan pemerintah untuk memperlancar pengembangan geothermal,” kata Bahlil.

Ia menegaskan, pemanfaatan panas bumi ke depan tidak semata-mata diarahkan untuk sektor kelistrikan. Pengembangan geothermal dinilai dapat memberikan dampak yang lebih luas atau multiefek bagi perekonomian dan ketahanan energi nasional.

“Karena geothermal tidak harus didorong untuk sektor kelistrikan saja, tapi bisa multiefek. Energi geothermal, minimal beberapa tahun mendatang menjadi sumber energi listrik terbesar,” lanjutnya.

Kehadiran Bupati Madiun dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Madiun mengikuti perkembangan kebijakan, investasi, dan teknologi di sektor energi baru dan terbarukan.

Forum internasional ini juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring dengan pemerintah pusat, dunia usaha, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dengan semakin kuatnya dorongan pemerintah terhadap energi terbarukan, pengembangan panas bumi diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

IIGCE ke-12 sekaligus menegaskan kembali posisi panas bumi sebagai salah satu sumber energi strategis Indonesia dalam menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berketahanan. (*)

 

*sumber: prokopimkabmadiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *