Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Laksanakan CKG Untuk Siswa Sekolah

TROL, Pacitan – Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan meluncurkan Program Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia, dengan menargetkan anak usia 7-17 tahun di jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini dimulai pada tahun ajaran baru dimulai.

Program CKG Sekolah merupakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi dini kondisi pra-penyakit, dan mendeteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah. CKG sekolah ini penting dilaksankan guna untuk mewujudkan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.

Untuk mendukung Program tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan melaksanakan pemeriksaan langsung di sekolah-sekolah, hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara efisien, yang langsung ditangani oleh tim kesehatan dari Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr Daru Mustikoaji mengatakan Kesehatan yang baik merupakan bekal utama untuk meraih prestasi.

“Kesehatan yang baik merupakan bekal utama untuk meraih prestasi. Melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah, diharapkan peserta didik mendapatkan pemeriksaan kesehatan sesuai jenjang usianya sebagai deteksi dini berbagai resiko dan masalah kesehatan”, tuturnya.

“Dengan deteksi dini, masalah kesehatan dapat segera ditangani sehingga anak-anak bisa tumbuh sehat,dan berprestasi optimal”, imbuh dr Daru.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa:

● Siswa SD (usia 7-12 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, telinga, mata, gigi, TBC, Hepatitis B, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi (untuk kelas 4-6), deteksi dini merokok (kelas 5-6), aktivitas fisik (kelas 4-6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).

● Siswa SMP (usia 13-15 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, Hepatitis B dan C, serta skrining talasemia dan anemia (khusus kelas 7) dan riwayat imunisasi HPV (untuk siswi kelas 9).

● Siswa SMA (usia 16-17 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, talasemia, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, dan Hepatitis B dan C, serta anemia remaja putri (untuk kelas 10).

Siswa diminta untuk mengisi formulir skrining kesehatan yang disediakan oleh sekolah, dan formulir tersebut harus ditandatangani oleh orang tua sebagai bentuk persetujuan. dan jangan lupa pastikan siswa sudah sarapan sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan. (can finews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *