TROL, Kota Blitar – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar memperkuat kapasitas petugas Call Center 112 dalam merespons kondisi darurat dan potensi bencana. Penguatan dilakukan melalui kegiatan capacity building bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kediri-Malang.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang ISC Diskominfotik Kota Blitar, Kamis (24/9), menjadi langkah awal memperkuat koordinasi antara pengelola Call Center 112 dengan sejumlah instansi yang terlibat dalam penanganan kedaruratan.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfotik Kota Blitar, Dian Rahmawati, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut diperlukan agar petugas Call Center 112 semakin siap menghadapi berbagai kondisi kedaruratan, termasuk bencana dan cuaca ekstrem.
“Penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas dari tenaga Call Center 112 dan para mitra kerja terkait, mulai dari Polres, Kodim, Damkar, dan OPD terkait lainnya. Ke depannya bisa solid dalam mitigasi kebencanaan, cuaca ekstrem, maupun bencana gempa bumi,” ucap Dian.
Menurut Dian, keterlibatan BMKG dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting karena informasi cuaca, iklim, maupun kebencanaan dibutuhkan sebagai dasar dalam menentukan langkah respons terhadap laporan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menyampaikan sejumlah materi mengenai layanan informasi BMKG. Materi tersebut mencakup meteorologi untuk informasi cuaca, klimatologi untuk informasi iklim, serta geofisika yang berkaitan dengan gempa bumi dan peringatan dini tsunami.
“Pada prinsipnya BMKG memberikan informasi tentang layanan informasi yang ada di BMKG, mulai dari meteorologi, informasi cuaca, klimatologi untuk informasi iklim dan geofisika untuk informasi gempa bumi, peringatan dini tsunami,” kata Ricko.
Ricko menilai sinergi dengan Call Center 112 penting untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Informasi prakiraan cuaca maupun peringatan dini dari BMKG dapat menjadi salah satu bahan dalam mendukung respons terhadap situasi kedaruratan.
Meskipun Kota Blitar tidak termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi secara keseluruhan, tetap terdapat sejumlah potensi yang perlu diantisipasi. Berdasarkan pemetaan risiko kebencanaan yang disampaikan BMKG, risiko gempa bumi di Kota Blitar berada pada kelas sedang, sedangkan risiko cuaca ekstrem berada pada kelas tinggi.
“Karena itu, informasi dari BMKG perlu dipahami dan dimanfaatkan dengan baik, terutama dalam mendukung respons kedaruratan,” lanjut Ricko.
Dalam kegiatan tersebut, BMKG Kediri-Malang juga memberikan materi terkait penguatan respons kedaruratan berbasis informasi BMKG. Tidak hanya pemaparan materi, peserta juga mengikuti games dan simulasi untuk meningkatkan kompetensi, komunikasi, serta kerja sama tim petugas Call Center 112.
Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat membangun koordinasi yang semakin solid antara Call Center 112 dengan Polres, Kodim, Damkar, BMKG, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dengan demikian, penanganan laporan kedaruratan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. (*)
*sumber: blitarkota.go.id











