TROL, Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama sejumlah pemangku kepentingan menandatangani komitmen Bangga Kopi Pacitan sebagai upaya memperkuat pasar dan mengangkat potensi kopi lokal. Melalui komitmen tersebut, kopi asli Pacitan didorong semakin banyak digunakan dan dipromosikan di lingkungan perkantoran, kedai kopi, tempat usaha, hingga berbagai kegiatan masyarakat.
Penandatanganan komitmen secara simbolis dilakukan dalam rangkaian Festival Kopi Pacitan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian (Dikuperin) bersama PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Jumat (9/10).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari petani, pengolah kopi, pelaku UMKM, pemilik kedai kopi, barista, komunitas UMKM kopi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra usaha.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Heru Wiwoho yang hadir mewakili Bupati Pacitan menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap produk kopi lokal. Menurutnya, potensi kopi Pacitan perlu didukung dengan kebiasaan menggunakan produk daerah sendiri.
“Kalau ada kopi Pacitan, mengapa harus memilih kopi dari daerah lain,” ucap Heru dalam sambutannya.
Ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada penandatanganan seremonial, tetapi diwujudkan melalui penggunaan kopi Pacitan secara nyata. Pemanfaatan kopi lokal diharapkan semakin meluas, mulai dari lingkungan birokrasi dan perkantoran, kegiatan pemerintahan, hotel, restoran, kedai kopi, hingga pusat oleh-oleh wisata.
Dukungan dari berbagai sektor tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi kopi Pacitan di tengah persaingan produk kopi dari daerah lain.
Kepala Dikuperin dan PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, mengatakan komitmen bersama itu diharapkan mampu memperkuat identitas dan citra kopi Pacitan sehingga semakin dikenal masyarakat dan memiliki pasar yang lebih luas.
“Dengan komitmen bersama ini kita berharap kopi Pacitan semakin dikenal dan dicintai masyarakat, memiliki identitas dan branding yang kuat sehingga ke depan memiliki pasar yang luas,” imbuhnya.
Selain menjadi momentum penandatanganan komitmen, Festival Kopi Pacitan juga mempertemukan para pelaku dan pegiat kopi dari sektor hulu hingga hilir. Forum ini menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, serta mendorong perkembangan industri kopi lokal.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan festival, di antaranya Pacitan Fun Brewing Competition, kompetisi akustik, bazar UMKM kopi dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) kopi, serta kompetisi meracik kopi antarkepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Festival tersebut juga menghadirkan kegiatan seduh 1.000 cup kopi Pacitan dan Rembuk Kopi Pacitan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kopi lokal kepada masyarakat sekaligus mempertemukan petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan komoditas kopi daerah.
Melalui gerakan Bangga Kopi Pacitan, pemerintah daerah dan para pelaku industri kopi berharap penggunaan produk lokal semakin meningkat. Penguatan identitas dan perluasan pasar diharapkan dapat membuka peluang usaha yang lebih besar sekaligus memberikan dampak positif bagi petani, UMKM, dan pelaku usaha kopi di Pacitan. (can)
*sumber: prokopimpacitan











