TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar hingga tingkat internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat membuka Seminar Ekspor dan Impor Produk UMKM di Aula Lantai 3 Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tulungagung, Selasa (28/7).
Seminar yang diikuti ratusan pelaku UMKM, pengusaha, dan pemangku kepentingan sektor perdagangan itu digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola ekspor-impor, regulasi kepabeanan, hingga strategi menembus pasar global.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa perdagangan internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan lokal.
“Melalui seminar ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat memahami prosedur ekspor-impor, regulasi kepabeanan, hingga strategi menembus pasar luar negeri secara tepat. Dengan begitu, produk-produk unggulan Tulungagung memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal di tingkat internasional,” ucap Ahmad Baharudin.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus memahami berbagai aspek teknis dalam perdagangan internasional. Mulai dari regulasi kepabeanan, penyusunan dokumen ekspor, pemahaman Incoterms dan sistem pembayaran internasional, hingga strategi menghindari hambatan logistik dan biaya tambahan dalam proses pengiriman.
Selain itu, kemampuan membangun jejaring dengan eksportir, perusahaan logistik, lembaga keuangan, serta para ahli kepabeanan juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas akses pasar.
Ahmad Baharudin mengatakan, perkembangan teknologi telah membuka peluang yang semakin besar bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global. Menurutnya, kegiatan ekspor kini bukan lagi menjadi domain perusahaan besar, melainkan juga dapat dilakukan oleh UMKM yang memiliki produk berkualitas, pemasaran yang kuat, serta pemahaman terhadap mekanisme perdagangan internasional.
“Perdagangan global saat ini semakin terbuka. Pelaku UMKM Tulungagung harus mampu memanfaatkan peluang tersebut sehingga produk lokal memiliki nilai tambah, mampu bersaing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus memperkuat berbagai program yang mendukung peningkatan daya saing UMKM, termasuk melalui pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran.
“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan lebih banyak pelaku UMKM yang siap menembus pasar ekspor. Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus mendukung berbagai program yang mendorong peningkatan daya saing produk lokal,” tambahnya.
Seminar juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor perbankan, penyedia jasa logistik, hingga instansi pemerintah yang memiliki peran dalam mendukung kegiatan ekspor-impor. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya UMKM Tulungagung yang berorientasi ekspor dan mampu bersaing di pasar internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, Ketua KADIN Kabupaten Tulungagung Rifqi Firmansyah, jajaran pimpinan Bank Jatim, BNI, BRI, dan Bank Mandiri, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala BRIDA, para narasumber, moderator, serta ratusan peserta dari kalangan pelaku UMKM dan dunia usaha.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat ekosistem ekspor di Kabupaten Tulungagung, sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar internasional dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (jk)











