Anggota DPRD Bojonegoro, Tewas Gantung Diri

TROL, Bojonegoro – Anggota DPRD Bojonegoro, R (55), tewas gantung diri. Teman-teman mengenal R sebagai sosok yang suka bergurau.
Banyak yang tak percaya dengan aksi mengakhiri hidup yang dilakukan R. Mereka berdoa agar R mendapat tempat terbaik di sisi Sang Pencipta.

“Almarhum adalah orang yang sangat supel dan suka bergurau. Selama saya berteman dengannya dalam kurun waktu 2014-2019 di komisi A DPRD Bojonegoro, saya menilai orangnya, saya kategorikan orang los nggak rewel. Dengar meninggal dengan cara begini saya sangat tidak percaya dan bertanya-tanya dalam hati. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT,” ujar Anam Warsito, rekan korban, Sabtu (16/4).

R ditemukan tewas tergantung di pohon nangka, di pinggir Bengawan Solo. Lokasi tewasnya R berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya di kecamatan Gayam.

Aksi bunuh diri itu diketahui pihak keluarga dan kerabat korban saat menjelang subuh setelah dilakukan pencarian.

“Diperkirakan sekitar pukul setengah tiga pagi tadi, istri korban ingin membangunkan untuk sahur kok tidak ada di rumah. Terus minta tolong ke kerabat untuk mencari dan ditemukan oleh salah satu keponakan dalam kondisi gantung di pohon nangka,” kata Kapolsek Gayam AKP Bambang Trenggani kepada wartawan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan jasad oleh Kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

AKP Bambang Adi Tenggani Kapolsek Gayam mengungkapkan bahwa kejadian itu diketahui berawal dari adanya laporan penemuan mayat di tepi Bengawan Solo yang diduga bunuh diri.

Saat petugas mendapat laporan, petugas kemudian segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berjarak sekira 100 meter Korban sudah keadaan tergantung di pohon sukun dekat dari bibir Bengawan Solo.

“Sampai di TKP kami amankan dengan police line dan melakukan identifikasi korban dilanjutkan dengan pemeriksaan medis,” terangnya.

Dari Hasil identifikasi menunjukkan bahwa korban , warga desa Sudu, kecamatan Gayam, yang juga seorang anggota DPRD kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Golongan Karya (Golkar). Sedangkan dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban diduga ini murni melakukan tindakan bunuh diri,” ujar AKP Bambang Tenggani.

Bambang menambahkan, sebelum mayat korban ditemukan, saat itu istri korban, Tri Kasih hendak membangunkan suaminya (korban) untuk sahur bersama, Sabtu (16/4) sekitar pukul 02.30 Wib. Tetapi korban ternyata tidak berada di rumah.

Selanjutnya keluarga korban berusaha melakukan pencarian. Supatmi (keponakan korban) menemukan korban  sudah menggantung dengan tali tampar warna biru di pohon Kluweh (Sukun) yang ada di tepi Bengawan Solo berjarak sekira 300 meter dari rumah korban, beber Bambang.

Setelah dilakukan olah TKP oleh petugas kemudian korban diserahkan pihak keluarga Sementara, penyebab korban melakukan tindakan gantung diri akibat penyakit korban yang diderita yang tak kunjung sembuh.(adi)

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *