Monev Komisi Informasi Jatim di Kota Blitar, Wujudkan Kota Informatif

TROL, Kota Blitar– Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar menerima visitasi dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) keterbukaan informasi publik, Selasa (23/9).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Integrated Service Center (ISC) Diskominfotik ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, guna mewujudkan Kota Blitar sebagai kota yang informatif.

Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Mujianto menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Komisi Informasi Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung implementasi keterbukaan informasi publik yang dilakukan Pemerintah Kota Blitar.

Untuk mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan terintegrasi, Diskominfotik terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah, termasuk PPID utama dan PPID pelaksana. Inovasi yang dikembangkan tahun ini adalah Coaching Clinic SAPA PPID (Sarana Pendampingan dan Akses PPID). SAPA PPID merupakan program inovatif yang menggabungkan berbagai pendekatan edukatif dan konsultatif.

“SAPA PPID kita selenggarakan sebagai sarana konsultasi PPID Pelaksana dalam menjalankan layanan informasi publik. Disini kita juga mengedukasi masyarakat terkait pentingnya keterbukaan informasi publik,” jelas Mujianto.

Sementara itu, Yunus Mansur Yasin  Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur menyampaikan kunjungan visitasi ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel atau good government.

Menurut Yunus, tata kelola pemerintahan yang baik memiliki sejumlah tolok ukur penting. Antara lain ketersediaan informasi yang berkualitas, keterbukaan jenis informasi, kualitas pelayanan informasi, komitmen organisasi, sarana dan prasarana pendukung, serta pemanfaatan digitalisasi dalam pelayanan publik.

Pihaknya juga menyoroti capaian positif Kota Blitar dalam layanan keterbukaan informasi publik. Tahun lalu, Kota Blitar berhasil menempati peringkat kedua se-Jawa Timur berkat inovasi yang dihadirkan, salah satunya aplikasi Diopen. Yunus berharap pencapaian tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada tahun ini.

“Kota Blitar setiap tahunnya sudah melakukan inovasi. Tahun lalu, aplikasi Diopen menjadi salah satu upaya konkret memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi publik. Harapannya, tahun ini layanan keterbukaan informasi dapat semakin ditingkatkan,” pungkasnya. (*)

#blitarkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *