Sragen Tetap Lumbung Padi

foto: peringatan hari pangan dunia di daerah ngarum kecamatan ngrampal-sragen

 

TROL, Sragen – Kabupaten Sragen di Jawa Tengah mantapkan diri sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hal ini dikatakan bupati Sragen Sigit Pamungkas saat peringatan Hari Pangan Dunia di dusun Kedungpanas, desa Ngarum, kecamatan Ngrampal, Kamis (16/10) lalu.

Dalam sambutannya, bupati Sragen menyampaikan rasa syukur karena Sragen tetap menjadi daerah yang kuat dan mandiri dalam hal ketahanan pangan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, diberbagai belahan dunia masih terdapat sekitar 250 juta orang yang kelaparan, akibat konflik, perubahan iklim, hingga kekeringan yang menyebabkan gagal panen.

“Alhamdulillah, kita bangsa Indonesia, khususnya warga Sragen, tidak ada yang kelaparan. Ini nikmat besar yang patut kita syukuri. Sragen adalah daerah dengan ketahanan pangan yang kuat. Nomor 3 penghasil padi di Jawa Tengah dan nomor 7 tingkat nasional,” ujar bupati Sigit.

Lanjut bupati, jika hasil panen padi di Sragen disimpan dan tidak keluar daerah, Sragen mampu bertahan 2 hingga 3 tahun tanpa impor pangan.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah tantangan alih fungsi lahan pertanian untuk kebutuhan pembangunan perumahan dan industri.

“Pemerintah harus bijak menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan dan perlindungan lahan pertanian. Tapi bagaimanapun, kekuatan pangan Sragen harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, Parman, perwakilan Gapoktan Ngarum Makmur, menyampaikan dua aspirasi utama petani, yaitu kebutuhan akan alat pengolah tanah Rotavator untuk memperbaiki struktur tanah setelah panen, dan mesin tanam padi otomatis (Rice Transplanter) untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja tanam.

Menanggapi terus menurutnya tenaga kerja pada sektor pertanian dan alat sistem pertanian ,bupati menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya mencarikan solusi, meskipun saat ini tengah menghadapi penyesuaian anggaran akibat pemotongan transfer dari pusat.

“Kita sedang melakukan penyesuaian anggaran karena ada pemotongan transfer dari pusat sebesar 279 miliar. Pemerintah tidak akan tinggal diam. Kita akan upayakan bantuan alat seperti Rotavator dan Rice Transplanter, baik melalui anggaran daerah maupun melalui kerja sama dengan pihak swasta,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *