TROL, Tulungagung – Sebanyak 44 rumah warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami kerusakan ringan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (3/3) sore.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengatakan cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan berdampak hampir merata di sejumlah wilayah.
“Kami menerima laporan angin kencang berdampak di dua desa dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga,” ucap Teguh.
Dua desa yang terdampak yakni Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, dan Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Di Desa Tanjungsari tercatat 38 rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan enam rumah lainnya berada di Desa Plosokandang.
Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah setelah genteng dan lembaran asbes terlepas akibat terjangan angin. Selain itu, dua rumah dilaporkan rusak tertimpa pohon tumbang, masing-masing satu unit di setiap desa terdampak.
“Untuk rumah yang tertimpa pohon tumbang ada satu di Tanjungsari dan satu di Plosokandang. Selebihnya rata-rata kerusakan pada bagian atap,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menambahkan petugas telah diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang sekaligus melakukan pendataan kerusakan.
Menurut dia, sebagian besar rumah yang terdampak masih dalam kondisi layak huni. Namun, warga yang atap rumahnya terbuka dihimbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi hujan susulan.
“Penanganan darurat sudah kami lakukan. Bantuan logistik akan disalurkan setelah proses pendataan selesai,” tutur Sudarmaji.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim yang kerap ditandai hujan lebat disertai angin kencang. (jk)
#antarajatim











