TROL, Tulungagung – Pelestarian tradisi budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam dan memperkuat persatuan masyarakat. Pesan itu disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri upacara adat Labuh Laut Larung Sembonyo di Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Minggu (5/7).
Tradisi yang rutin digelar setiap bulan Suro tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut dan bumi sekaligus menjadi warisan budaya yang terus dijaga kelestariannya dari generasi ke generasi.
Menurut Plt Bupati Ahmad Baharudin, tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun itu merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Tulungagung yang harus terus dijaga agar tetap lestari.
“Acara ini merupakan tradisi adat peninggalan nenek moyang. Sudah sepantasnya kita sebagai generasi penerus menjaga dan melestarikannya agar tidak punah di masa mendatang,” ucap Ahmad Baharudin.
Ia berharap Larung Sembonyo tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Dengan mempererat tali silaturahmi maka semangat kegotongroyongan antarwarga akan tetap terjaga,” katanya.
Selain memiliki nilai budaya, Ahmad Baharudin menilai Larung Sembonyo juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan ke Pantai Popoh.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.
“Mari kita jaga, kita uri-uri bersama adat tradisi peninggalan nenek moyang kita agar tidak punah. Selain itu, kita juga wajib menjaga sumber daya alam ini agar membawa manfaat bagi kita semua. Mari kita jaga alam, maka alam juga akan menjaga kita semua,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Plt Bupati juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang bersifat negatif dan tidak objektif.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak diam. Kami bersama seluruh jajaran OPD terus bekerja untuk mewujudkan Kabupaten Tulungagung yang lebih baik dan maju,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah melalui semangat Jogo Tulungagung, sehingga suasana yang guyub, rukun, aman, dan damai tetap terpelihara.
Sementara itu, Kepala Desa Besole, Suratman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Plt Bupati Tulungagung beserta jajaran dalam pelaksanaan Larung Sembonyo.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Suratman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan warga desa Besole yang bergotong-royong menyukseskan penyelenggaraan Larung Sembonyo.
“Semoga dengan digelarnya acara ini kita semua diberikan keberkahan oleh Allah SWT, kesehatan, rezeki yang melimpah, serta dijauhkan dari segala marabahaya,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, jajaran Forkopimca Besuki, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sebagai tradisi tahunan masyarakat pesisir Tulungagung, Larung Sembonyo diawali dengan kirab sesaji berupa kepala kerbau dan hasil bumi dari Pendopo Pantai Popoh menuju aula Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Setelah didoakan bersama, sesaji kemudian dilarung ke tengah laut oleh para nelayan sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan harapan akan keselamatan saat melaut.
Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional dan hiburan rakyat yang menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan. (jk)











