TROL, Bojonegoro – Upaya Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro membantu warga menghadapi musim kemarau mendapat apresiasi dari Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Timur.
Apresiasi itu disampaikan saat monitoring dan evaluasi (monev) distribusi air bersih di Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (29/8).
Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Timur Ang Herman Anggrek bersama staf PMI Jatim turun langsung melihat pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kemanusiaan PMI berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pelayanan sangat bagus, airnya sangat bagus juga sehingga masyarakat senang,” ucap Ang Herman Anggrek.
Dalam kegiatan tersebut, Ang Herman Anggrek disambut Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo, Wakil Ketua PMI Bojonegoro Mardikun, Sekretaris PMI Kabupaten Bojonegoro Nova Nevilla, Wakil Sekretaris Nur Hamid, Ketua Bidang Pelayanan Bencana Mariyanto, serta Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Agus Susetyo.
Koordinator Program Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro Wahyu Theo Alfian mengatakan, distribusi air bersih hingga Sabtu (29/8) telah berlangsung selama 19 hari.
Selama pelaksanaan program, PMI Bojonegoro telah mendistribusikan sekitar 190 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang tersebar di tujuh kecamatan.
“Selain kita mendistribusikan air bersih, kita juga melaksanakan promosi kebersihan dan kesehatan,” kata Wahyu.
Menurut dia, distribusi air bersih tidak hanya menjadi upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah keterbatasan air akibat kemarau. Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan PMI untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo mengatakan, kelancaran distribusi air bersih merupakan hasil koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak.
Salah satunya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Koordinasi dilakukan untuk menentukan titik-titik wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD terkait titik lokasi yang akan dituju, sehingga kolaborasi kegiatan distribusi air bersih bisa berjalan dengan lancar,” tutur Herry.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari respons PMI Bojonegoro terhadap dampak musim kemarau. Selain membantu memenuhi kebutuhan air warga, PMI juga berupaya mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (adi)
*sumber: bojonegorokab.go.id











