TROL, Tulungagung – Turnamen sepak bola Ansor Cup XXI tahun 2026 resmi berakhir. Kesebelasan Notorejo Putera keluar sebagai juara setelah menaklukkan Jarakan FC dengan skor telak 3-0 pada partai final di Lapangan Natadiwirya, Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Minggu (6/9).
Pertandingan final berlangsung sengit di hadapan ratusan penonton. Kedua kesebelasan saling jual beli serangan sejak menit awal. Namun, Notorejo Putera tampil lebih efektif hingga mampu mencetak tiga gol dan memastikan gelar juara.
Atas keberhasilan tersebut, Notorejo Putera berhak membawa pulang trofi juara serta uang pembinaan sebesar Rp3,5 juta. Hadiah juara pertama diserahkan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Total hadiah yang diperebutkan dalam Ansor Cup XXI mencapai Rp10 juta.
Hadir dalam laga final, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen tersebut. Menurutnya, Ansor Cup tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembinaan atlet muda.
“Jadikan turnamen ini sebagai hiburan dan pembinaan atlet-atlet muda yang berbakat untuk bisa berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, jadikan sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi, bukan untuk memicu perseteruan,” ucap Ahmad Baharudin, Minggu sore.
Ia juga mengapresiasi peserta dan suporter yang selama turnamen berlangsung mampu menjaga sportivitas, keamanan, dan ketertiban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan PSSI Kabupaten Tulungagung, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kompetisi sepak bola Ansor Cup ke-21 ini. Semoga akan tercipta bibit calon bintang sepak bola dari Tulungagung,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kecamatan Gondang, Muhamad Safi’i, mengatakan Ansor Cup XXI berlangsung selama kurang lebih 16 hari dan diikuti 14 klub sepak bola yang berasal dari desa-desa di Kecamatan Gondang.
Menurutnya, turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan trofi. Ansor Cup juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan potensi di bidang sepak bola.
“Alhamdulillah turnamen ini bisa berlangsung sukses dan meriah. Dalam pertandingan final ini kesebelasan Notorejo Putera berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-0,” kata Safi’i.
Ia berharap semangat persaudaraan tetap menjadi ruh utama dalam setiap penyelenggaraan Ansor Cup.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah silaturahmi, bukan menjadi ajang balas dendam ataupun perseteruan. Ini adalah ajang silaturahmi supaya pemuda-pemuda di kecamatan Gondang bisa terwadahi di bidang sepak bola,” ucapnya.
Safi’i menambahkan, Ansor Cup akan terus digelar secara rutin setiap tahun. Turnamen tersebut telah berlangsung sejak sekitar tahun 2000-an dan kini telah memasuki penyelenggaraan ke-21.
“Insyaallah akan kami laksanakan setiap tahun. Ini sudah berjalan sejak sekitar tahun 2000-an dan sekarang sudah yang ke-21,” jelasnya.
Keberhasilan Notorejo Putera meraih gelar juara juga disambut gembira Kepala Desa Notorejo, Mustakim. Ia mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu membawa pulang trofi setelah melalui rangkaian pertandingan selama turnamen.
“Alhamdulillah Notorejo bisa memenangkan final dengan skor 3-0. Terima kasih kepada seluruh pemain, pendukung, dan panitia yang telah menyukseskan turnamen ini,” ujar Mustakim.
Mustakim menilai keberadaan turnamen antar desa seperti Ansor Cup memiliki manfaat lebih luas. Selain menjadi hiburan masyarakat, kompetisi tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit muda potensial.
Menurutnya, pembinaan sepak bola di tingkat desa juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi keluarga pemain. Ia menyebut Desa Notorejo sejauh ini telah melahirkan empat pemain yang mampu menembus kompetisi liga profesional.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dengan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas. Mudah-mudahan lahir pemain-pemain potensial yang bisa membawa nama baik desa maupun daerah,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya laga final tersebut, Ansor Cup XXI 2026 kembali menjadi bukti bahwa kompetisi sepak bola tingkat desa tidak hanya mampu menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan talenta muda di Tulungagung. (jk)











