TROL, Tulungagung – Pemerintah Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Balai Desa Jatimulyo, Sabtu (5/9) malam.
Pagelaran budaya tersebut menjadi rangkaian tradisi bersih desa sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam pagelaran tersebut, Pemdes Jatimulyo menghadirkan dalang kondang Ki Minto Darsono dengan lakon Wahyu Katentreman. Pertunjukan semakin semarak dengan penampilan bintang tamu Cak Percil dan kawan-kawan.
Kepala Desa Jatimulyo, Sugiyono, mengatakan bersih desa merupakan tradisi tahunan yang hingga kini terus dipertahankan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut Sugiyono, bersih desa juga memiliki nilai sosial dan budaya. Selain menjadi momentum mempererat silaturahmi, tradisi tersebut menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur.
“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung di tengah bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan nilai kebangsaan, keagamaan dan budaya dalam semangat gotong royong,” kata Sugiyono.
Ia menambahkan, perpaduan kegiatan bersih desa, peringatan kemerdekaan, serta momentum Maulid Nabi menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Jatimulyo. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan pentingnya membangun ketenteraman mulai dari lingkungan paling kecil.
Menurutnya, kerukunan dan situasi yang aman merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung kelancaran pembangunan daerah.
“Ketenteraman itu dimulai dari diri kita sendiri. Sebagai penerus bangsa, kita harus mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan pengetahuan, kerukunan dan kedamaian,” ucap Ahmad Baharudin.
Ia juga mengajak pemerintah desa bersama masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Tulungagung.
Ahmad Baharudin menilai sinergi antara masyarakat dan pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, menjadi salah satu kunci agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
Di sisi lain, Ahmad Baharudin mengapresiasi pelestarian kesenian wayang kulit yang tetap mendapat ruang di tengah masyarakat. Menurutnya, wayang bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan moral.
“Lakon Wahyu Katentreman dapat menjadi refleksi bagi warga untuk menjaga kedamaian, menghormati sesama dan membangun kehidupan sosial yang harmonis,” katanya.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut menjadi bagian dari upaya Pemdes Jatimulyo mempertahankan tradisi bersih desa sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat tali persaudaraan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Forkopimcam Kauman, Kepala Desa Jatimulyo beserta perangkat desa, kepala desa se-Kecamatan Kauman, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (jk)











