TROL, Trenggalek – Gerakan Pramuka di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Trenggalek resmi memiliki pangkalan baru. Gugus Depan (Gudep) 01.087 Pangkalan Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Trenggalek diresmikan sekaligus ditandai dengan pelantikan Majelis Pembimbing dan Pengurus Gugus Depan, Jumat (25/9).
Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Natanegara yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Trenggalek.
Dalam kesempatan itu, Mas Syah berharap hadirnya Gudep baru tersebut tidak sekadar menjadi wadah kegiatan kepramukaan bagi peserta didik, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas Gerakan Pramuka di Kabupaten Trenggalek.
“Dengan terbentuknya pengurus gugus depan baru ini, kami berharap dapat membawa manfaat untuk peningkatan kualitas dan kuantitas Gerakan Pramuka yang ada di Kabupaten Trenggalek, khususnya di Sekolah Rakyat ini,” kata Mas Syah.
Ia juga mendorong adanya penguatan kerja sama, sinergitas, kolaborasi, dan komitmen antara Kwarcab Gerakan Pramuka Trenggalek dengan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki daya saing, kemandirian, serta kesiapan untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
“Melalui Kwarcab Trenggalek, kami mengajak Sekolah Rakyat untuk memperkuat kerja sama, sinergitas, kolaborasi serta komitmen guna menjadikan Gerakan Pramuka sebagai pilar kekuatan dalam membentuk generasi muda yang berdaya saing dan siap memimpin bangsa di masa depan, agar lebih mandiri dan dapat diandalkan,” ucapnya.
Mas Syah secara khusus meminta agar anggota Pramuka di Gudep 01.087 aktif mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, baik di tingkat Kwartir Ranting maupun Kwartir Cabang. Ia juga mendorong peserta didik untuk mengikuti tahapan menuju Pramuka Garuda.
“Setelah diresmikannya pengurus Gugus Depan 01.087 di Sekolah Rakyat ini, nantinya anggota Pramuka di Gudep ini bisa aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kepramukaan yang ada, baik di tingkat Kwartir Ranting maupun Kwartir Cabang, terutama progres Pramuka Garuda,” pintanya.
Lebih lanjut, Mas Syah menjelaskan bahwa pendidikan kepramukaan merupakan pendidikan nonformal yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan di alam terbuka. Kegiatan tersebut dirancang secara menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur, dan terarah.
Konsep tersebut, kata dia, diharapkan mampu membentuk kepribadian dan watak peserta didik agar memiliki akhlak mulia.
“Pendidikan Pramuka pada dasarnya adalah pendidikan nonformal, di mana dalam sistem pendidikannya dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan, kemudian sehat, teratur dan terarah, agar terbentuk kepribadian dan watak yang berakhlak mulia,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik. Lebih dari itu, Pramuka diharapkan mampu mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, sekaligus kekuatan fisik anggotanya.
Karena itu, keberadaan pembina menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan pembinaan di gugus depan.
“Kami mendorong pembina Pramuka semakin aktif di gugus depannya untuk menanamkan karakter peserta didik,” tandas Mas Syah. (*)
*sumber: prokopimtrenggalek











