Hukrim  

Sering Digeledah, Lapas Bojonegoro Kecolongan.

foto: ilustrasi penjara

TROL, Bojonegoro – Ramai diperbincangkan,Lapas kelas II A Bojonegoro soal video yang menunjukkan napi di blok A nomor 9 sedang nyabu viral di media sosial.

Mereka adalah Danang Eka Saputra dan Komari, napi kasus narkoba. Keduanya dinyatakan “positif” berdasar hasil tes yang dilakukan pihak Lapas bersama puluhan warga binaan lainya

Diketahui Lapas tersebut terjadi kelebihan kapasitas. Mengutip berita tribunjatim.com
“Saat ini lapas kondisinya overload, sangat tidak seimbang dengan jumlah petugas,” kata Kalapas II A Bojonegoro, Rony Kurnia disinggung mengapa sabu dan handphone bisa masuk, Minggu (30/10).

Ia menjelaskan, kapasitas lapas harusnya hanya dapat diisi 175 napi, namun saat ini diisi sebanyak 556 napi.

“Kita memang overload, ada lapas lain yang memindahkan napi ke sini. Sedangkan petugas kita memang terbatas,” ungkapnya.

Rony menegaskan, jika membawa barang berupa handphone maupun sabu atau barang lainnya yang dilarang memang tidak diperbolehkan.Oleh karena pihaknya kerap melakukan razia baik yang terjadwal maupun dadakan.

“Sebulan kita geledah kamar napi 8 kali, ini juga sudah terkumpul banyak handphone nantinya kita musnahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tayangan video napi nyabu diduga terjadi di Lapas kelas II A Bojonegoro, viral di media sosial.

Video berdurasi 30 detik itu merekam napi yang berada dalam kamar blok, mempertontonkan layaknya sedang nyabu.

Terlihat dua napi bergantian menghirup botol air mineral disertai sedotan, seperti modifikasi perangkat sabu (bong, red).

Atas kejadian tersebut, Kalapas II A Bojonegoro, Rony Kurnia angkat bicara.

Pihak Lapas sudah berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim bersama Satresnarkoba Polres Bojonegoro, untuk menelusuri kebenaran video yang diduga terjadi di kamar napi Blok A nomor 9.

Para napi yang menghuni sel tahanan disuruh keluar dan diperbolehkan masuk lagi, setelah petugas selesai mengeledah isi dalam kamar tahanan.

Petugas gabungan juga melakukan tes urine terhadap 28 narapidana yang mendekam di kamar blok A nomor 9 tersebut.

“Begitu video viral, kami langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Bojonegoro dan Ditresnarkoba Polda Jatim untuk menelusuri kebenaran video,” ujarnya, Jumat (28/10).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *