Hukrim  

Diduga Dibunuh,Karyawan Toko Gorden di Mojosari

foto: evakuasi mayat terbungkus jalur Pacet-Cangar,Mojokerto, Selasa (22/11/2022.

TROL, Mojokerto – Identitas mayat pria terbungkus tikar plastik(diberitakan media ini kemarin terpal-red)yang ditemukan warga di semak-semak jalur Pacet-Cangar, akhirnya terungkap. Korban adalah karyawan sebuah toko gorden di Mojosari, Mojokerto.

Korban adalah Ahmad Hasan Muntolip (26), warga dusun Jurangsari, desa Belahantengah, Mojosari, kabupaten Mojokerto. Hasan merupakan bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Buasan (59) dan Mu’ati (53).

“Korban belum menikah, dia bekerja di toko Bintang Jaya Gordyn di jln Toko Airlangga, Mojosari,sebelah selatan Klenteng Mojosari ” kata kepala dusun Sambeng, Muslih Selasa (22/11), dikutip dari detik.

Muslih mengaku ikut mengantar keluarga korban ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo untuk mengidentifikasi mayat. Menurutnya, kakak ipar dan tetangga dekat korban yang mewakili pihak keluarga di rumah sakit. Ternyata mayat yang ditemukan pencari rumput pagi tadi benar-benar Hasan.

“Ketika di rumah sakit tadi dipindai sidik jarinya keluar nama korban. Kakak ipar dan tetangga dekat yang masih famili mengidentifikasi korban, dikuatkan tahi lalat di pipi kanan korban,” jelasnya.

Jenazah Hasan tiba di rumah duka sekitar pukul 21.30 WIB. Karyawan toko gorden ini akan langsung dimakamkan malam ini. “Tadi jenazah sudah diautopsi di rumah sakit. Malam ini langsung dimakamkan,” tandas Muslih.

Keluarganya menyebut sepeda motor, tas dan ponsel miliknya raib diduga dibawa kabur pelaku.

Saudara sepupu Hasan, Dwi atau Aji (49) mengatakan sepeda motor yang raib biasa digunakan Hasan untuk bekerja. Yaitu sepeda motor Honda BeAT tahun 2014 warna merah nopol S 2415 NAJ. Tidak hanya itu, sebuah ponsel pintar dan tas milik korban juga raib diduga dibawa kabur pelaku.

“Ponselnya hanya satu merek Oppo A5S. Tas selalu dibawa Tolip (panggilan akrab Hasan) juga tidak ada. Tas model slempang, isinya juga ada dompet,” terang Aji kepada wartawan di rumah duka, dusun Jurangsari, desa Belahantengah, Mojosari, Rabu (23/11).

Hasan satu-satunya karyawan toko milik Sarjono, warga Solo dan lebih sering menginap di toko ini daripada pulang ke rumah orang tuanya.

Penjual kopi dan nasi di sebelah kiri tempat kerja korban, Nawawi (53) membenarkan sehari-hari Hasan bekerja menggunakan sepeda motor Honda BeAT warna merah. Korban juga selalu membawa ponsel.

“Sepeda motor korban BeAT warna merah, selalu bawa HP dan dompet. Saya tahu karena akrab dengan korban,” terangnya

Keluarga menyebut karyawan toko gorden ini tewas dengan 7 luka tusuk di tubuhnya.
“Luka korban di dada, perut dan wajah. Kurang lebih 7 tusukan dengan 15 jahitan,” kata salah seorang keluarga Hasan, Aji kepada wartawan di rumah duka, Selasa (22/11)

Aji menambahkan Hasan bekerja di toko gorden tersebut sejak sekitar 3 tahun lalu. Menurutnya korban mempunyai kepribadian pendiam. Sepengetahuannya, Hasan tidak mempunyai masalah dengan orang lain.”Dia pendiam, selama ini tidak ada masalah,” tandasnya.

Diberitakan kemarin, mayat pria tanpa identitas ditemukan Wahyu Nusantara (26) di semak-semak tepi jalur Pacet-Cangar, dusun Pacet Selatan, desa/kecamatan Pacet, Mojokerto.

Korban masih memakai busana lengkap. Hanya saja tubuhnya juga dibungkus tikar plastik, sarung, serta 2 helai gorden.((s supriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *