foto: sarasehan persiapan geopark bojonegoro
TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memantapkan langkah dalam mengantarkan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan dunia sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sarasehan Persiapan Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark yang digelar pada Senin (19/1) di Hotel Aston Bojonegoro.
Sarasehan ini menghadirkan langsung Vice President of UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komoo, serta pakar pendidikan Prof. Norzaini Azman. Kehadiran kedua tokoh internasional tersebut memberikan penguatan strategis, baik dari sisi keilmuan, edukasi publik, maupun tata kelola geopark berstandar internasional.
General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, menyampaikan bahwa upaya menuju pengakuan UNESCO merupakan perjalanan panjang yang telah dimulai sejak tahun 2017. Ia berharap, pada tahun 2026 Geopark Bojonegoro benar-benar mampu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di tingkat dunia.
“Ini adalah perjalanan panjang kita semua. Harapan kami, apa yang telah kita lalui sejak 2017 hingga saat ini bisa berbuah manis, sehingga Geopark Bojonegoro dapat masuk dalam UNESCO Global Geopark,” ungkapnya.
Kusnandaka menjelaskan, saat ini Geopark Bojonegoro memiliki 21 geosite yang tersebar di 7 kecamatan, dengan kekayaan geologi, geokultur, dan geobiologi yang terus dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi mendatang. Selain itu, Geopark Bojonegoro telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) oleh Kementerian ESDM serta tergabung dalam Jaringan Geopark Nasional Indonesia.
Melalui kehadiran Prof. Ibrahim Komoo yang berpengalaman mendampingi berbagai geopark dunia hingga meraih status UGGp, Geopark Bojonegoro diharapkan memperoleh arahan teknis, evaluasi, serta penguatan substansi dalam menghadapi tahapan penilaian akhir UNESCO.
Sementara itu, Prof. Norzaini Azman menekankan pentingnya peran edukasi publik dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjadikan geopark sebagai ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa perjuangan menuju UGGp membutuhkan komitmen jangka panjang, semangat voluntarisme, serta kolaborasi lintas sektor.
“Memperjuangkan sesuatu yang hasilnya belum kita dapatkan hari ini memang tidak mudah. Namun dengan komitmen bersama, kami optimistis Geopark Bojonegoro mampu menghadapi proses penilaian ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan Geopark Bojonegoro telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, keberhasilan Geopark Bojonegoro nantinya bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan buah dari kontribusi seluruh elemen masyarakat.
“Jika kelak Geopark Bojonegoro berhasil masuk UNESCO Global Geopark, maka itu adalah keberhasilan bersama,” pungkasnya. (adi)
#bojonegorokab.go.id











