TROL, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi menghadiri rapat koordinasi (rakor) Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Pendopo Mudagraha, Madiun, Rabu (22/4).
Rakor tersebut melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja serta dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Forum ini menjadi wadah strategis dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan, menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, serta mendorong terciptanya hubungan kerja yang harmonis dan berkeadilan.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Mas Hari menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator dalam menjaga keseimbangan kepentingan antara pengusaha dan pekerja. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun hubungan yang guyub dan rukun.
“Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan memastikan seluruh pihak bisa berjalan bersama secara harmonis,” ucapnya.
Mas Hari juga menyoroti potensi strategis wilayahnya, khususnya di kawasan Kota Caruban. Menurutnya, keberadaan dua pintu tol serta akses jalur kereta api melalui Stasiun Caruban, Babadan, dan Madiun menjadi nilai tambah dalam menarik investasi.
“Dengan posisi strategis ini, kami berharap mampu menggaet lebih banyak pelaku usaha dan investor,” katanya.
Ia menambahkan, masuknya investasi diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pekerja serta pertumbuhan ekonomi daerah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat Indonesia.
“Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala. Pekerja adalah bagian dari Pemerintah Kabupaten Madiun, sehingga kesejahteraannya akan terus kami upayakan,” tegasnya.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren positif pada penurunan angka pengangguran di Kabupaten Madiun. Pada 2024, jumlah pengangguran tercatat 19.285 orang, kemudian menurun menjadi 14.710 orang pada 2025, atau berkurang sebanyak 4.575 orang. (*)
#prokopimkabmadiun











