TROL, Tulungagung – Masjid Al Falah di desa Sobontoro, kecamatan Boyolangu, Tulungagung dipadati ratusan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah dalam pengajian rutin yang digelar Minggu (7/6). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan rangkaian dzikir, doa bersama, dan tausiyah keagamaan.
Pengajian dihadiri tokoh agama, pengurus tarekat, serta jamaah dari berbagai wilayah di Tulungagung dan sekitarnya. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin turut hadir dan disambut hangat oleh para jamaah.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan keimanan sehingga dapat terus menghadiri majelis ilmu serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang penuh berkah ini. Mari kita jaga kebersamaan dan terus memperkuat keimanan kita,” tutur Ahmad Baharudin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah yang konsisten menyelenggarakan pengajian rutin sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Saya mengapresiasi istiqamah para pengurus dan jamaah dalam menjaga tradisi dzikir dan pengajian. Ini menjadi kekuatan moral bagi masyarakat Tulungagung,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Ahmad Baharudin memaparkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat pembangunan karakter melalui program keagamaan, salah satunya melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Madrasah Diniyah yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan agama bagi generasi muda.
“Ranperda Madrasah Diniyah ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memastikan generasi muda memiliki pondasi agama yang kuat, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Ia berharap jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah terus menjaga kekompakan, memperluas syiar Islam, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Pengajian ditutup dengan tausiyah dan doa bersama yang berlangsung penuh kekhusyukan, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Tulungagung. (jk)











