TROL, Kota Blitar – Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar kunjungan tahap kedua ke Sekolah Rakyat (SR), Sabtu (11/7). Sebanyak sekitar 200 keluarga dengan lebih dari 400 peserta yang terdiri atas calon siswa dan orang tua diajak melihat langsung fasilitas serta sistem pembelajaran di sekolah berkonsep asrama tersebut sebelum proses penerimaan peserta didik dimulai.
Kunjungan dipimpin langsung Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin bersama Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah dan sejumlah kepala perangkat daerah. Selama kegiatan, rombongan berkeliling mengenal berbagai fasilitas yang telah disiapkan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai konsep pendidikan di Sekolah Rakyat.
Wali Kota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait sistem pendidikan berasrama yang akan diterapkan, sehingga orang tua memiliki gambaran utuh sebelum mendaftarkan anaknya.
Menurut Mas Ibin, proses sosialisasi telah dilakukan jauh sebelum kunjungan berlangsung. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi sekitar 1.400 keluarga secara door to door untuk memberikan informasi sekaligus mengidentifikasi calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.
“Sekolah Rakyat ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil satu dan desil dua atau keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem. Pemerintah menghadirkan sekolah dengan fasilitas yang sangat baik dan seluruh pembiayaannya ditanggung negara,” kata Mas Ibin.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah menjelaskan, pada kunjungan tahap kedua ini para peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai program Sekolah Rakyat, tetapi juga menerima bantuan berupa beras lima kilogram dan paket makanan ringan.
Eka mengakui, sebagian orang tua masih memiliki kekhawatiran terhadap sistem pendidikan berasrama, khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan skema pendampingan melalui wali asuh yang akan mendampingi setiap 10 siswa selama tinggal di asrama.
Selain itu, orang tua tetap diberi kesempatan menjenguk anak secara berkala agar komunikasi dan kedekatan keluarga tetap terjaga selama masa pendidikan.
“Ke depan, kami tidak hanya memfokuskan pendampingan kepada peserta didik, tetapi juga menyiapkan program pemberdayaan sosial ekonomi bagi keluarga penerima manfaat,” tutur Eka.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Blitar juga menggelar kegiatan serupa pada Jumat (10/7) sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi Sekolah Rakyat. Pemerintah menjadwalkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026, sedangkan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada Agustus 2026. (*)
*Sumber: blitarkota.go.id











