TROL, Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik dan mengambil sumpah 62 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Rabu (19/8).
Pelantikan ini menjadi momentum bagi Pemkab Trenggalek untuk mempercepat pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan. Para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan jabatan baru dan bekerja lebih cepat menjelang akhir tahun.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, para pejabat yang dilantik merupakan orang-orang yang telah dipercaya untuk menjadi bagian dari upaya menghadirkan perubahan di lingkungan pemerintahan.
Meski jumlahnya tidak banyak, ia berharap 62 pejabat tersebut mampu memberikan dampak besar melalui tugas dan kewenangan yang diemban.
“Selamat kepada teman-teman yang telah menempati posisi dan amanah baru. Semoga lancar dalam bertugas dan amanah dalam bertugas. Semoga juga berintegritas, artinya tercapai tujuan dari pembangunan. Kalian manfaat dan barokahi di tempat yang baru,” kata Mas Ipin, sapaan akrabnya.
Menurut Mas Ipin, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian maupun pengisian jabatan. Para pejabat yang dilantik merupakan bagian penting dari mesin birokrasi yang bersentuhan langsung dengan pelaksanaan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sebenarnya sebagai wadah kecil yang akan membawa perubahan. Karena yang ada di depan saya saat ini Anda sedikit orang yang saya percaya bisa membawa perubahan yang besar,” ucapnya.
Menariknya, dalam pelantikan tersebut tidak ada pejabat eselon II yang dilantik. Namun, kondisi itu dinilai tidak mengurangi peluang untuk melakukan perubahan di tubuh birokrasi.
Mas Ipin menegaskan, perubahan tidak selalu harus lahir dari level pimpinan tertinggi. Menurutnya, para pejabat yang berada pada level eksekutor justru memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
“Tidak ada pejabat eselon II yang baru di sini. Artinya perubahan tidak harus dari level-level top manajemen, tapi eksekutor-eksekutor seperti mereka yang sangat saya butuhkan,” tegasnya.
Ia mengatakan, sejumlah pejabat yang dilantik juga memiliki pengalaman dan latar belakang tugas yang beragam. Ada pejabat yang sebelumnya bekerja di lingkungan internal pemerintahan dan kini ditempatkan pada posisi yang menuntut interaksi lebih intens dengan masyarakat.
“Ada yang dulu di daerah, saat ini di posisi kedinasan. Ada yang dulu duduk di dalam, saat ini saya butuhkan untuk menjadi garda terdepan menemui masyarakat,” katanya.
Dikebut di Penghujung Tahun
Bupati Trenggalek meminta para pejabat yang baru dilantik tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri. Mereka diminta segera memahami tugas, fungsi, serta lingkungan kerja di tempat yang baru.
Selain itu, Mas Ipin meminta para pejabat tetap menghormati pimpinan dan menjalankan amanah jabatan dengan penuh integritas.
Pelantikan pada penghujung tahun ini, menurutnya, harus menjadi momentum untuk mempercepat berbagai pekerjaan pemerintahan. Ia ingin sisa waktu tahun ini dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus pelaksanaan pembangunan.
“Mereka yang saya percayai dan tadi saya minta ini menjadi penghujung tahun tercepat. Percepat memberikan pelayanan, percepat pelaksanaan pembangunan, dan jadikan jembatan 2027. 2028 kita mengakselerasi Trenggalek yang lebih baik lagi,” tandasnya.
Sejumlah Plt Jadi Definitif
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat yang sebelumnya menduduki posisi sebagai pelaksana tugas (Plt) juga ditetapkan menjadi pejabat definitif.
Budi Priyono, yang sebelumnya menjabat Plt Camat Kampak, kini resmi dilantik sebagai Camat Kampak.
Kemudian Agus Wiyono yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sekaligus Plt Camat Trenggalek, dilantik sebagai Camat Trenggalek definitif.
Posisi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan selanjutnya dipercayakan kepada Yusuf Widarto, yang sebelumnya menjabat Camat Munjungan.
Sementara jabatan Camat Munjungan diisi Wasis Widodo. Sebelumnya, Wasis menjabat Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Trenggalek.
Selain mutasi, pelantikan juga mencakup promosi sejumlah pejabat.
Beny Wijaya yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Bakesbangpol Trenggalek dipromosikan menjadi Kepala Bagian Umum Setda Trenggalek.
Jabatan yang ditinggalkan Beny kemudian diisi Malminggo Putra P. yang sebelumnya menjabat Kasubag Protokol. Ia mendapatkan promosi untuk menduduki jabatan sebagai kepala bidang.
Dengan pelantikan tersebut, Pemkab Trenggalek berharap jajaran pejabat baru dapat segera bekerja dan memberikan kontribusi nyata, terutama dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat serta pelaksanaan pembangunan daerah. (*)
*sumber: prokopimtrenggalek











