TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tulungagung menggelar upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 di Lapangan Sanggar Pramuka Beji, Senin (14/9).
Upacara yang dimulai pukul 8 pagi tersebut dipimpin langsung Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tulungagung.
Ribuan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, pengurus kwartir, serta para pembina Pramuka.
Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut selaras dengan pelaksanaan Jambore Nasional ke-12 sekaligus mempertegas peran Gerakan Pramuka dalam mendukung agenda strategis pemerintah.
Salah satunya terkait Asta Cita kedua, yakni mendorong tercapainya swasembada pangan, energi, dan air untuk memperkuat kemandirian bangsa.
Dalam amanatnya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan kepramukaan, kata dia, tidak cukup hanya mengajarkan peserta untuk melakukan sesuatu, tetapi juga harus mendorong mereka mampu menciptakan inovasi dan memecahkan persoalan.
“Gerakan Pramuka kini bertransformasi dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving,” kata Ahmad Baharudin.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk membekali generasi muda menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Mulai perubahan iklim, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga persoalan sosial seperti perundungan, narkoba, dan judi daring.
Karena itu, pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.
“Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan karakter berbasis Trisatya dan Dasadarma untuk menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Kita meyakini dari Pramuka akan lahir para inovator pangan, ilmuwan, hingga pemimpin bangsa yang berintegritas,” tuturnya.
Ahmad Baharudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung pembinaan Gerakan Pramuka di Tulungagung.
Ucapan terima kasih diberikan kepada jajaran Majelis Pembimbing (Mabi), TNI, Polri, orang tua, hingga media massa yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan.
Momentum Hari Pramuka ke-65 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berperan dalam membentuk keterampilan generasi muda, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Upacara ditutup dengan seruan semangat persatuan dan tekad bersama untuk terus menjadikan Gerakan Pramuka sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya generasi muda Tulungagung yang tangguh, kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Generasi muda tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. (jk)











