TROL, Tulungagung – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat memberikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (11/9).
Ahmad Baharudin menegaskan, Maulid Nabi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, kepemimpinan, serta sikap Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar kegiatan seremonial atau mengenang kelahiran Rasulullah. Namun lebih dari itu, hendaknya dijadikan sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak, perjuangan, kepemimpinan, dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Ahmad Baharudin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk memperkuat tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Menurutnya, semangat persaudaraan tersebut penting untuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
“Mari kita jaga persatuan dan kerukunan, menghargai perbedaan, serta bersama-sama menciptakan suasana kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian,” ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga mengingatkan jajaran Pemkab Tulungagung bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh aparatur pemerintah untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target.
Ia meminta seluruh kepala OPD, pejabat struktural, serta pegawai Pemkab Tulungagung menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing secara optimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Tulungagung yang maju, sejahtera, dan berakhlak mulia, sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan tetap sesuai visi dan misi RPJMD serta program pembangunan nasional.
“Mari kita jaga kekompakan dan tingkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas. Disiplin tidak hanya disiplin waktu, tapi disiplin dalam semuanya,” tegasnya.
Ahmad Baharudin juga menekankan pentingnya loyalitas dan kepemimpinan yang kuat di lingkungan organisasi perangkat daerah. Kepala OPD diminta mampu memberikan arahan kepada jajarannya sehingga seluruh program kerja dapat dilaksanakan secara terukur dan sesuai target.
“Loyal kepada pimpinan harus kita tanamkan. Sebagai kepala OPD juga harus memberikan instruksi kepada stafnya agar program-program yang ada di OPD masing-masing bisa berjalan sesuai dengan targetnya masing-masing,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ahmad Baharudin mengajak seluruh aparatur Pemkab Tulungagung menjadikan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat.
Nilai kejujuran, amanah, keadilan, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat melayani, menurutnya, harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap aparatur.
“Mari kita jadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam bekerja dan mengabdi. Kejujuran, amanah, keadilan, disiplin, kepedulian, dan semangat melayani hendaknya menjadi karakter kita bersama,” imbuhnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, ia juga mengingatkan pentingnya membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keimanan, dan akhlak yang baik. Kemajuan teknologi, kata dia, harus dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi mampu mendorong perubahan nyata dalam sikap dan perilaku masyarakat maupun aparatur pemerintah.
“Semoga dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, kita semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.
Peringatan tersebut dihadiri KH Nasihudin Alwy, pengasuh Ponpes MIA selaku penceramah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, jajaran kepala OPD, para camat, pejabat struktural, serta tamu undangan lainnya. (jk)











