TROL, Tulungagung – Pemkab Tulungagung menggelar upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (12/10). Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Upacara dipimpin Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dan dihadiri Sekda Tulungagung Tri Hariadi, Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, dan Pramuka.
Peringatan ini menjadi momentum mengevaluasi capaian dan tantangan pembangunan Jawa Timur. Berdasarkan data dalam amanat, angka kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Kemiskinan ekstrem tercatat 0,29 persen dengan rasio Gini 0,365.
Pada sektor ketenagakerjaan, TPT pada Mei 2026 mencapai 3,42 persen. Pelatihan melalui BLK dan Millenium Job Centre mendukung penyerapan lebih dari 70 persen lulusan atau 5.641 orang. Program One Pesantren One Product juga terus didorong untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Kemantapan jalan provinsi mencapai 87,83 persen. Pembangunan Jalur Lintas Pantai Selatan terus didorong untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Sejak 2022, Trans Jatim telah melayani hampir 23 juta penumpang. Program Mudik dan Balik Gratis melayani lebih dari 8.200 pemudik dengan bus dan 3.700 penumpang kapal laut.
Disektor pertanian, produksi gabah kering giling 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton atau 17,34 persen kebutuhan beras nasional. Nilai Tukar Petani tercatat 113,28 dan Nilai Tukar Nelayan 105,32.
IPM Jawa Timur pada 2025 mencapai 76,13, didukung lebih dari 46.800 beasiswa dan program BPOPP. Hingga September 2026, sebanyak 29 Sekolah Rakyat menampung 7.263 anak.
Cakupan jaminan kesehatan mencapai 96,12 persen, dengan Usia Harapan Hidup 75,36 tahun dan prevalensi stunting 14,7 persen. Indeks Reformasi Birokrasi 2025 mencapai 94,70 kategori A-, sedangkan Indeks Pelayanan Publik 4,75 kategori A.
Transformasi digital melalui Majapahit Digital (MAJADIGI) telah mengintegrasikan 241 layanan hingga September 2026. Jawa Timur juga mencatat Indeks Harmoni Indonesia 7,34, Indeks Pembangunan Gender 93,29, dan Indeks Ketimpangan Gender 0,329. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2025 mencapai 73,43, disertai rehabilitasi hampir 680 hektare hutan dan lahan kritis.
Capaian tersebut sejalan dengan sembilan pilar Nawa Bhakti Satya: Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Agro, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.
Bagi Pemkab Tulungagung, sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat penting untuk memastikan program prioritas berjalan efektif. Kolaborasi mencakup peningkatan pelayanan publik, pengembangan SDM, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.
Peringatan ini menegaskan pentingnya gotong royong seluruh elemen dalam mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Sebagaimana falsafah “Jer Basuki Mawa Beya”, keberhasilan membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. (jk)











