Sosial  

Maimun Bagai “Malaikat Tak Bersayap” Siaga 24 Jam Dampingi Warga Berobat

foto: dr. Erliyati, M.Kes., dirut rsud moh.anwar sumenep bersama maimun s,h,. (Dok transindonesia.online)

TROL, Sumenep – Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan yang masih dirasakan sebagian masyarakat, muncul sosok pemuda bernama Ahmad Maimun, S.H., Asal Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep Jawa Timur yang dikenal luas karena dedikasinya mendampingi warga sakit tanpa pamrih.

Meski tidak memiliki jabatan struktural di pemerintahan, peran nyata Maimun telah membantu warga Sumenep mendapatkan layanan medis secara layak.

Pemuda yang akrab disapa Maimun ini berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan anak seorang petani dan tumbuh di lingkungan desa dengan nilai kerja keras serta kepedulian sosial yang kuat.

Latar belakang tersebut membentuk karakter Maimun menjadi pribadi yang peka terhadap penderitaan orang lain, khususnya warga kurang mampu yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Menariknya, di balik aktivitas sosialnya, Maimun saat ini tercatat sebagai advokat magang di Kantor Hukum A. Effendi & Rekan. Padatnya aktivitas profesional di bidang hukum tidak menghalanginya untuk tetap siaga membantu warga yang membutuhkan pertolongan medis, bahkan hingga larut malam.

“Siapa pun yang butuh bantuan, saya akan dampingi proses pemeriksaannya tanpa melihat latar belakang atau asal daerah,” ucap Maimun.

Ia dikenal nyaris tidak mengenal waktu istirahat. Tak jarang, pada pukul 23.00 WIB hingga dini hari, Maimun masih bergegas mengantar pasien kritis ke rumah sakit.

Pendampingan yang dilakukannya mencakup berbagai kasus, mulai dari pemeriksaan mata, benjolan, gondok, hernia, ambeien, hingga mengawal proses operasi dan perawatan pascaoperasi.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia rela menginap di rumah sakit demi memastikan pasien mendapatkan penanganan optimal.

Aksi kemanusiaan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga pasien. Salah seorang warga mengungkapkan rasa harunya, “Kamu bukan kepala desa, bukan aparat, tapi mau membantu kami tanpa pamrih.”

Dedikasi Maimun pun mendapat apresiasi dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Pada Sabtu sore (6/2), Direktur RSUD, dr. Erliyati, M.Kes., menerima langsung kunjungan Maimun dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, dr. Erliyati menyampaikan penghargaan atas konsistensi Maimun dalam mendampingi masyarakat. Ia menilai peran relawan seperti Maimun sangat strategis dalam menjembatani kebutuhan warga dengan layanan rumah sakit.

“Kami sangat berterima kasih. Semoga semakin banyak pemuda yang sigap membantu sesama, khususnya di bidang kesehatan,” ujar dr. Erliyati.

Ia juga menegaskan komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar untuk terus berbenah dan terbuka terhadap kritik serta masukan dari masyarakat.

“Kami menerima kritik dan saran. Tanpa masyarakat, rumah sakit bukan apa-apa. Banyak warga yang terbantu melalui pendampingan Mas Maimun,” tambahnya.

Sementara itu, Maimun menyampaikan apresiasi atas sambutan pihak RSUD. Ia menilai kepemimpinan dr. Erliyati membawa perubahan positif bagi layanan kesehatan di Sumenep.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada dr. Erliyati, M.Kes. Beliau sosok yang rendah hati dan terbuka terhadap masukan. Sejak beliau memimpin, banyak perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Kisah Ahmad Maimun menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus menunggu jabatan atau kekuasaan. Di tengah kesibukannya meniti karier sebagai calon pengacara, ia memilih tetap hadir untuk warga yang membutuhkan.

Kepedulian, keberanian bertindak, dan ketulusan menjadi fondasi utama perjuangannya dalam merajut nilai-nilai kemanusiaan di Kabupaten Sumenep. (hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *