TROL, Bojonegoro – Layanan Angkutan Pelajar (Apel) gratis dan Angkutan Sekolah Disabilitas di Bojonegoro dipastikan kembali beroperasi setelah libur Lebaran 2026. Kepastian itu disampaikan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro (Dishub) sebagai respons atas aspirasi orang tua siswa yang menantikan kembalinya armada Apel di jalanan.
Kepala Dishub Bojonegoro, Welly Fitrama, menegaskan program tersebut tetap berlanjut dan telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.
“Program Apel dipastikan tidak dihentikan. Anggarannya sudah masuk dalam APBD 2026, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Welly.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah merampungkan tahapan administrasi dan mekanisme operasional agar layanan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami sedang mempercepat penyelesaian seluruh dokumen dan proses teknis. Target kami, layanan sudah siap beroperasi kembali saat siswa masuk sekolah setelah libur Lebaran, sekitar akhir Maret hingga awal April 2026,” tuturnya.
Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi aspek penting demi memastikan operasional angkutan memiliki payung hukum yang kuat.
“Kami tidak ingin terburu-buru tanpa dasar hukum yang jelas. Semua harus sesuai prosedur agar standar pelayanan tetap terjaga,” imbuhnya.
Sebelumnya, operasional Apel sempat mengalami jeda pada awal tahun karena proses administrasi. Padahal, pada 2025 program ini mencatat capaian signifikan. Sebanyak 107 armada melayani tujuh rute utama di wilayah kota dan sejumlah kecamatan, yakni Baureno, Padangan, Temayang, Tambakrejo, Kalitidu, Ngasem, hingga Sumberrejo. Layanan tersebut dimanfaatkan 4.903 siswa dari 88 lembaga pendidikan, termasuk angkutan khusus disabilitas yang menjangkau 13 lembaga pendidikan.
Welly menambahkan, kehadiran Apel bukan sekadar fasilitas transportasi gratis, tetapi bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
“Dengan adanya Apel, kami ingin memastikan anak-anak berangkat dan pulang sekolah dengan aman tanpa harus mengendarai kendaraan sendiri. Keselamatan pelajar menjadi prioritas utama,” tandasnya.
Masyarakat diminta untuk bersabar selama masa transisi administrasi berlangsung. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan peningkatan kualitas layanan tetap menjadi fokus sebelum armada kembali mengaspal secara penuh. (adi)
#bojonegorokab.go.id











