TROL, Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin hadiri rapat sinergitas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan silat, hingga organisasi kemasyarakatan di Gedung Bawarasa lantai 2, Selasa (10/2). Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Dalam arahannya, kepala daerah yang akrab disapa Mas Ipin itu menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang berbagai tradisi masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Namun ia mengingatkan agar setiap aktivitas tetap memperhatikan aspek keamanan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Yang penting batasannya jaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Menurutnya, sejumlah tradisi seperti menerbangkan balon udara, menyalakan petasan, hingga ronda sahur merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung lama. Meski demikian, ia meminta agar pelaksanaannya dilakukan secara bijak.
Ia mencontohkan tradisi menerbangkan balon udara yang kerap dilakukan saat Ramadhan dan Hari Raya. Masyarakat dipersilakan melakukannya, namun harus memastikan balon diikat agar tidak membahayakan.
“Silakan menerbangkan balon, tapi pastikan balonnya diikat sehingga tidak membahayakan orang lain. Karena ada kejadian balon udara yang menyebabkan kebakaran lahan pertanian dan rumah,” ucapnya.
Terkait penggunaan petasan, Mas Ipin juga mengingatkan adanya insiden di daerah lain yang menimbulkan korban jiwa. Hal itu, menurutnya, harus menjadi pembelajaran bersama agar perayaan tidak berujung musibah.
Ia juga menyoroti kegiatan ronda sahur. Tradisi tersebut diperbolehkan, tetapi diimbau tidak menggunakan sound system secara berlebihan karena dapat mengganggu waktu istirahat warga.
Dalam forum tersebut, Bupati yang juga menjabat Wakil Ketua APKASI itu mengajak seluruh unsur Forkopimda dan elemen masyarakat untuk memperkuat koordinasi. Aparat keamanan, khususnya kepolisian, diharapkan tetap menjalankan tugas menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadhan.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap, melalui sinergi lintas sektor tersebut, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Trenggalek tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. (*)
#prokopimtrenggalek











