Bojonegoro Genjot Persiapan KDMP, 85 Titik Masuk Tahap Awal Peluncuran

TROL, Bojonegoro – Sebanyak 85 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro disiapkan untuk peluncuran tahap awal program nasional 1.061 KDMP yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 mendatang.

Kesiapan tersebut dipaparkan dalam agenda peninjauan KDMP di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Selasa (12/5), yang dihadiri langsung Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama jajaran kementerian dan Forkopimda.

Rombongan tiba di Kabupaten Bojonegoro menggunakan helikopter melalui Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro setelah sebelumnya melaksanakan agenda di Kabupaten Nganjuk. Kedatangan rombongan disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan kunjungan ke lokasi KDMP Desa Ngampel.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Blora, Dandim 0813 Bojonegoro, Dandim Blora, Dandim Lamongan, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Menteri Koperasi, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menjelaskan, progres pembangunan KDMP di Kabupaten Bojonegoro telah mencapai 396 titik dari total 430 desa dan kelurahan atau sekitar 92,9 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 titik disebut telah rampung 100 persen.

“Sebanyak 85 titik di 22 kecamatan dipersiapkan untuk peluncuran tahap awal. Sarana pendukung seperti listrik dan air sudah kami siapkan, termasuk pemetaan lokasi berdasarkan potensi ekonomi masyarakat dan lingkungan usaha masing-masing wilayah,” ujarnya.

Menurut Dedy, KDMP tidak hanya dipersiapkan sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat, namun juga diarahkan menjadi pusat penggerak ekonomi desa melalui berbagai program kolaboratif.

Beberapa pengembangan operasional yang disiapkan antara lain kerja sama dengan UMKM lokal, kolaborasi dengan BUMD pangan, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga pengelolaan sampah berbasis zero waste menggunakan teknologi pyrolysis.

Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya kesiapan operasional seluruh gerai KDMP menjelang peluncuran nasional.

Menurutnya, pada tahap awal pengelolaan koperasi perlu difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat agar manfaatnya dapat langsung dirasakan warga.

“Yang penting operasional berjalan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh titik KDMP yang akan diluncurkan benar-benar siap beroperasi, mulai dari kelengkapan sarana hingga ketersediaan produk.

Di sisi lain, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap pengembangan KDMP sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan memperluas akses pemasaran produk masyarakat.

“Kami mendukung penuh keberadaan KDMP agar mampu menggerakkan ekonomi desa, memaksimalkan potensi, serta menjadi sarana penyaluran produk masyarakat,” kata Setyo Wahono.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari persoalan offtaker, penguatan jejaring pemasaran UMKM, stabilisasi harga produk, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, kementerian, dan seluruh pihak terkait, program KDMP diharapkan mampu berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Bojonegoro. (adi)

#bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *